Sukses

Deretan Teknologi di Balik Kamera Huawei P50 Pro yang Segera Rilis di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Vendor Tiongkok Huawei tancap gas di awal 2022 dengan menghadirkan smartphone flagship-nya Huawei P50 Pro ke Tanah Air dalam waktu dekat.

Huawei P50 Pro mengunggulkan kemampuan fotografi sebagai nilai jual utamanya. Salah satunya berkat sistem kamera Dual-Matrix yang tersemat di perangkat ini.

Mengutip keterangan resmi Huawei, Rabu (26/1/2022), kamera utama Huawei P50 Pro dirakit dari dua lensa. Satu lensa RGB dan satu lensa monokrom, serta sensor multi-spektrum yang disesuaikan dengan kemajuan konsep AI-Raw.

Hal ini memungkinkan untuk mempertahankan keaslian warna foto yang dihasilkan.

Sistem kamera tersebut memungkinkan warna RGB dan sensor monokrom untuk melakukan pemrosesan fusi dengan beberapa foto sekaligus pada level sinyal elektrik.

Modul fusi dapat memanfaatkan kedua sensor sepenuhnya, terutama dengan menggunakan lebih banyak cahaya yang diambil melalui sensor monokrom dengan noise gambar yang lebih sedikit untuk mempertahankan keaslian warna.

Selain itu, kamera Huawei P50 Pro juga memiliki skema warna khusus untuk fusi monokrom yang secara dinamis dapat memperbarui white balance dan koreksi warna pada foto, sehingga dapat meningkatkan fitur adaptasi scene foto lebih baik.

Terintegrasi dengan mesin pemrosesan gambar dengan resolusi tinggi, Huawei P50 Pro dapat menghasilkan gambar yang lebih cerah dan mampu membidik objek dengan lebih banyak cahaya yang masuk, sehingga menghasilkan foto yang lebih jernih.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Teknologi Pencitraan Canggih

Huawei P50 Pro sendiri menciptakan kemampuan pencitraan baru dengan teknologi lebih canggih. Sebagaimana diketahui, salah satu hal yang kerap dikeluhkan pada smartphone adalah penggunaan lensa tunggal.

Untuk menjadikan efek imaging yang lebih baik, area sensor pada lensa perlu ditingkatkan. Banyak yang menganggap semakin besar sensor, pencitraan makin baik. Padahal hal ini sulit diterapkan pada smartphone dengan ruang terbatas.

Dengan hal ini, Huawei memperkenalkan solusi dengan menambah jumlah lensa kamera. Dengan begitu secara teori, dapat melipatgandakan cahaya yang masuk. Huawei telah mengadopsinya melalui kombinasi lensa monokrom dan lensa warna.

Solusi ini dipilih alih-alih menggunakan kamera dua warna. Pasalnya, filter RGB bisa mengurangi tingkat kecerahan. Jadi untuk mengumpulkan kecerahan yang hilang, filter ini hanya mengumpulkan sinyal kecerahan warna monokrom.

Huawei meyakini, lensa monokrom dapat mengumpulkan sinyal kecerahan dari tiga warna RGB sekaligus, maka beberapa cahaya yang masuk juga lebih tinggi dibandingkan sensor RGB dalam pengaturan Bayer sebelumnya.

 

3 dari 4 halaman

Kemampuan Zoom-in Berkali Lipat

Ketika kita mengambil foto grup dengan kamera ponsel, biasanya jarak pemotretannya akan relatif jauh, sehingga wajah yang ditampilkan di foto terlihat kecil.

Sebuah foto yang diambil oleh smartphone rata-rata memiliki perbedaan kecil dalam hal kecerahan dan kegelapannya, bahkan tidak terlihat seperti tiga dimensi, yang justru terkesan datar.

Namun, lensa monokrom Huawei P50 Pro dapat menghasilkan gambar dengan kontras terang dan gelap yang lebih akurat serta exposure yang sesuai. Bayangan wajah manusia pun terlihat lebih natural dan terlihat seperti tiga dimensi.

Saat pengguna menekan tombol shutter untuk mendapatkan foto dalam waktu singkat, sejumlah besar informasi cahaya ditangkap oleh lensa mekanis dan diteruskan ke sensor semi konduktor, yang kemudian diubah menjadi sinyal elektrik.

Kedua lensa bertanggung jawab atas kecerahan dan warna untuk menggandakan cahaya yang masuk. Meskipun terdapat sekelompok orang yang sedang makan atau berkumpul, Huawei P50 Pro sejatinya mampu menunjukkan kejernihan image seseorang dengan hasil yang lebih realistis terhadap fitur tiga dimensi hingga tekstur kulitnya.

(Tin/Isk)

 

4 dari 4 halaman

Infografis Tentang 5G