Sukses

John McAfee Ditemukan Tewas Dalam Sel

Liputan6.com, Jakarta - John McAfee meninggal dunia di penjara Spanyol pada Rabu, (23/6/2021), setelah pengadilan setempat menyatakan bahwa dia bisa diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) atas tuduhan penghindaran pajak.

John McAfee, yang dikenal sebagai pendiri dan pembuat perangkat lunak antivirus dengan nama McAfee, diduga tewas bunuh diri di dalam sel.

Dilaporkan New York Post, Kamis (24/6/2021), departemen kehakiman untuk wilayah Catalan di Spanyol mengatakan sambil menunggu penyelidikan, mereka menduga kematiannya kemungkinan disebabkan karena bunuh diri.

Dalam sebuah pernyataan, John McAfee ditemukan di selnya dan meninggal dunia, meskipun ada upaya dari penjaga keamanan dan petugas perawatan kesehatan penjara untuk menyelamatkannya.

 

2 dari 3 halaman

Tuduhan Departemen Kehakiman AS

John McAfee ditangkap di Spanyol pada Oktober 2020 dan dituduh gagal mengajukan pengembalian pajak selama empat tahun.

Departemen Kehakiman AS juga menuduh McAfee mencoba menghindari pajak dengan menggunakan cryptocurrency dan menyalurkan uangnya melalui rekening bank. Dia bisa mendapat hukuman penjara jika terbukti bersalah.

Dia juga dituduh menyembunyikan aset, termasuk kapal pesiar dan properti real estate, atas nama orang lain.

John McAfee diketahui telah menghasilkan jutaan dolar dari mempromosikan cryptocurrency, pekerjaan konsultasi, menjadi pembicara, dan menjual hak atas kisah hidupnya untuk sebuah film dokumenter.

 

3 dari 3 halaman

Tanggapan Pengacara McAfee

Kematiannya dikonfirmasi oleh pengacaranya, di mana pria bernama lengkap John David McAfee itu meninggal di usia 75 tahun.

"Ketika saya mendengar tentang ekstradisi John McAfee, tim saya sepenuhnya siap untuk memperjuangkan ketidakbersalahannya di depan pengadilan Amerika Serikat,” kata Andrew B. Gordon, salah satu pengacara McAfee.

"Kami tahu dia akan menghargai kesempatan untuk membagikan ceritanya dan menghentikan tuduhan palsu terhadapnya. Hanya beberapa jam kemudian, kami terkejut mengetahui kematiannya yang terlalu dini," sambungnya.

(Isk/Dam)