Sukses

Spotify Izinkan Karyawan Kerja Jarak Jauh dan Pilih Negara Tujuan

Liputan6.com, Jakarta - Spotify menambah daftar perusahaan teknologi yang memungkinkan karyawannya menentukan lokasi kerja yang dianggap paling sesuai bagi mereka, baik itu di kantor atau di rumah.

Dikutip dari The Verge, Minggu (14/2/2021), perusahaan asal Swedia itu mengizinkan karyawan untuk menentukan sendiri negara mana yang menjadi lokasi mereka bekerja.

Spotify menyebut inisiatif ini sebagai Work From Anywhere. Keputusan ini sebagai cara kolaborasi baru yang memungkinkan Spotifier bekerja dimana pun mereka dapat berpikir dan berkreasi dalam kondisi terbaik.

"Lewat mentalitas terdistribusi pertama ini, kami memberikan kesempatan karyawan memiliki Work Mode--apakah mereka lebih suka bekerja di rumah atau di kantor--serta lokasi geografis mereka," tulis perusahaan di blog-nya. 

Spotify mengatakan opsi baru ini akan mulai diterapkan musim panas 2021. Adapun teknis pelaksanannya akan diserahkan pada karyawan setelah melakukan pembicaraan dengan tim dan manajer mereka.

Meski membebaskan karyawan untuk menentukan lokasi kerjanya, pada tahap awal inisatif ini, Spotify menyertakan sejumlah batasan untuk mengurangi masalah zona waktu dan aturan regional di lokasi tempatnya akan bekerja.

"Jika seseorang memilih lokasi yang dekat dengan kantor Spotify, kami akan menyertakan dukungan keanggotaan co-working space apabila suatu waktu mereka ingin bekerja di kantor," tulis perusahaan.

2 dari 3 halaman

Square Enix Terapkan Kebijakan WFH Secara Permanen

Selain Spotify, Square Enix baru saja mengumumkan telah memberlakukan kebijakan work from home (WFH) secara permanen untuk sebagian besar karyawannya. Kebijakan ini mulai diterapkan 1 Desember 2020.

Seperti dikutip dari Engadget, perusahaan akan membagi tempat kerja tiap karyawan, antara bekerja di rumah atau kantor. Setelahnnya, mereka diminta untuk bekerja setidaknya tiga hari dari tempat yang sudah ditentukan. 

Selain itu, apabila posisinya memungkinkan, karyawan diberi kesempatan setiap bulan untuk berganti tempat kerjanya antara di rumah atau kantor. Dengan kebijakan ini, pengembang dan publisher gim itu memperkirakan sekitar 80 persen karyawannya akan bekerja dari rumah.

Kendati demikian, Square Enix mengatakan memang ada beberapa posisi yang mengharuskan karyawan bekerja dari kantor. Hanya mayoritas karyawan yang memenuhi syarat bisa mendapatkan kesempatan bekerja dari rumah, apabila mereka mau.

Kebijakan ini sendiri diambil perusahaan karena beberapa alasan. Salah satunya adalah kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pekerja, sekaligus memungkinkan karyawan mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan mereka.

Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak talenta. Square Enix juga mengatakan kebijakan ini memungkinkan karyawan untuk lebih tahan menghadapi kejadian tidak terduga dalam bekerja, seperti bencana alam.

3 dari 3 halaman

200 Ribu Karyawan Google Bakal Kerja Jarak Jauh hingga Juli 2021

Google juga diketahui memiliki program serupa. Perusahaan berencana mengizinkan 200.000 karyawan dan karyawan kontraknya untuk bekerja jarak jauh setidaknya hingga Juli 2021. Demikian dilaporkan oleh The Wall Street Journal.

Sebelumnya, sejumlah perusahaan teknologi telah mengumumkan rencana jangka panjang untuk memperbolehkan karyawan bekerja jarak jauh, karena pandemi Covid-19.

Google jadi perusahaan teknologi pertama yang mengizinkan karyawannya untuk bekerja jarak jauh hingga pertengahan tahun 2021.

Mengutip laman The Verge, CEO perusahaan induk Google Alphabet Sundar Pichai belum lama ini rapat bersama dengan sejumlah eksekutif perusahaan.

Juru bicara Google mengatakan, Pichai mengirimkan email kepada karyawan-karyawan untuk mengumumkan rencana kerja jarak jauh ini.

"Untuk memberikan karyawan perencanaan ke depan, kami memberikan opsi kepada karyawan yang tak perlu bekerja di kantor untuk bisa bekerja remote hingga 30 Juni 2021," kata Pichai dalam email-nya kepada karyawan.

(Dam/Ysl)