Sukses

Peneliti Membuat Memori Terkecil di Dunia Berukuran Nano

Liputan6.com, Jakarta - Para peneliti University of Texas membuat unit memori terkecil di dunia. Pada praktiknya, mereka menemukan bahwa dinamika fisika berperan penting dalam kemampuan penyimpanan memori padat untuk perangkat mungil ini.

Penelitian terbaru ini dilandaskan pada temuan dua tahun lalu, ketika para peneliti membuat perangkat penyimpanan memori tertipis.

Kali ini para peneliti mengurangi ukuran memori secara drastis dengan cara menyusutkan luas penampang menjadi satu nanometer persegi saja.

Prinsipfisika yang mengemas kemampuan penyimpanan memori padat ke dalam perangkat ini memungkinkan kemampuan untuk membuatnya jauh lebih kecil. Lubang pada material menjadi kunci yang membuka kemampuan penyimpanan memori kepadatan tinggi.

"Ketika satu atom logam tambahan masuk ke dalam lubang berskala nano itu dan mengisinya, ia memberikan sebagian konduktivitasnya ke dalam material, dan ini mengarah pada perubahan atau efek memori," kata Deji Akinwande, profesor di Department of Electrical and Computer Engineering dikutip dari keterangan tertulis via Eurekalert.

 

 

2 dari 2 halaman

Material molibdenum disulfida

Penelitian ini melibatkan penggunaan material molibdenum disulfida - juga dikenal sebagai MoS2 - sebagai bahan nano utama. Namun, para peneliti meyakini bahwa temuan ini juga dapat diterapkan pada ratusan bahan atom tipis lainnya.

Membuat chip dan komponen yang lebih kecil juga berdampak pada performa dan kenyamanan. Dengan prosesor lebih kecil, komputer dan telepon dapat dibuat menjadi lebih ringkat (compact). Selain itu, mengecilkan ukuran chip juga mengurangi kebutuhan energi dan meningkatkan kapasitas. Itu berarti perangkat akan menjadi lebih cepat dan lebih pintar, tetapi membutuhkan lebih sedikit daya untuk beroperasi.

"Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini membuka jalan untuk mengembangkan aplikasi generasi masa depan yang menarik bagi Departemen Pertahanan, seperti penyimpanan ultrapadat, sistem komputasi neuromorfik, sistem komunikasi frekuensi radio dan banyak lagi," kata Pani Varanasi, program manajer Kantor Riset Angkatan Darat AS, yang mendanai penelitian tersebut.

BERANI BERUBAH: Reinkarnasi Ala Event Organizer