Sukses

Pengguna Gim Mobile Strategi di AS Habiskan Rp 39 Triliun dalam 10 Bulan Pertama Tahun 2020

Liputan6.com, Jakarta - Laporan Sensor Tower menunjukkan bahwa pengguna gim mobile strategi di Amerika Serikat menghabiskan USD 2,8 miliar atau sekitar Rp 39 triliun dalam 10 bulan pertama tahun 2020.

Fitur baru dari platform analitik Sensor Tower mampu mengelompokkan gim ke dalam genre dan subgenre yang relevan. Ini dapat membantu para penerbit gim mobile mengidentifikasi tren pasar secara efisien.

"Kami menganalisis genre strategi untuk melihat bagaimana performanya sejauh ini pada tahun 2020 dan mendapatkan wawasan dari tujuh subkategori yang terbukti paling menguntungkan dan mendapat angka pemasangan tertinggi," ujar Craig Chapple, Mobile Insights Strategist, EMEA dikutip dari keterangan perusahaan.

Sebelumnya Sensor Tower juga mendapati bahwa selama paruh pertama 2020, pendapatan gim mobile strategi di AS tumbuh 16,7 persen secara YoY dengan mempertimbangkan 100 judul teratas dari setiap kategori gim mobile.

2 dari 2 halaman

Pemasukan Gim Mobile secara Global Capai Rp 826 Triliun dalam 9 Bulan Pertama 2020

Selain itu, belanja pengguna gim mobile secara global menurut Sensor Tower meningkat 25,7 persen secara YoY selama Q1 hingga Q3 2020 dengan nilai USD 58,7 miliar atau sekitar Rp 826 trilun.

Perusahaan riset pasar aplikasi mobile itu menyebut sebagian besar lonjakan angka ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan kebijakan lockdown.

Sebagai perbandingan, selama Q1 hingga Q3 2019, pengeluaran gim mobile tumbuh 17,5 persen secara YoY dari tahun sebelumnya menjadi sekitar USD 46,7 miliar.

"Belanja pemain di gim mobile telah didorong oleh pengguna yang beraktivitas dari rumah dan mencari hiburan [...]. Analisis ini melihat dampak perilaku semacam itu pada ruang gim mobile," ujar Craig.

Nilai belanja pemain gim mobile di App Store pada periode yang disebutkan tumbuh 25,3 persen denga nilai USD 35,2 miliar. Di Google Play, pengeluaran pemain tumbuh sedikit lebih tinggi, naik 26,3 persen dengan nilai USD 23,5 miliar.