Sukses

Orang Tua Perlu Lakukan Ini untuk Lindungi Anak di Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas online yang semakin meningkat diikuti dengan kebiasaan mengunggah beragam kegiatan pribadi di media sosial. Meski menjadi hal menyenangkan, aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan dengan menyadari potensi, terutama pada anak-anak.

Terlebih, berdasarkan penelitian terbaru dari Kasperksky, media sosial merupakan aktivitas teratas pengguna online di Asia Tenggara selama beberapa bulan pertama di tahun ini.

Merujuk pada penelitian yang dilakukan Mei 2020 itu, disebutkan bahwa 80 persen orang tua di Asia Tenggara menghabiskan banyak waktu untuk aplikasi media sosial berbeda karena ada pembatasan sosial, sehingga mereka bekerja dari rumah, sambil menjaga anak-anak di saat bersamaan.

"Kita harus memahami garis antara pekerja professional dan peran sebagai orang tua telah menjadi sangat kabur karena rumah kita sekarang berfungsi sebagai kantor dan sekolah bagi anak-anak. Media sosial menjadi platform bagi ibu dan ayah rehat sejenak dan mendapatkan dukungan emosional serta berbagai anjuran dari kelompok usia mereka," tutur Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, Stephan Neumeier dalam keterangan resmi.

Meski media sosial dapat menjadi sumber pengetahuan dan bantuan bagi orang tua yang ingin menyeimbangkan aktivitas mereka, perlu diketahui ada ancaman juga di baliknya. Sebab, menurut Stephan, segala sesuatu yang dipublikasikan secara online dapat menjadi bumerang, baik topik acak, foto pribadi, atau detail kehidupan.

Oleh sebab itu, orang tua dan anak perlu mengetahui informasi apa saja yang tidak boleh diunggah di media sosial, sehingga rawan disalahgunakan. Untuk itu, berikut ini ada sejumlah daftar yang perlu diingat agar tidak dibagikan ke media sosial.

  • Nomor Telepon
  • Geolokasi saat ini
  • Foto dan Video Pribadi
  • Mempublikasi Foto Orang Lain
  • Foto Bayi dari Anak
  • Foto Barang Mewah
  • Informasi Kehidupan Pribadi
  • Pernyataan Kritis dengan Topik Sensitif
2 dari 2 halaman

Ingatkan Anak

Selain itu, hal lain yang tidak kalah penting adalah orang tua harus memberikan sejumlah informasi termasuk batasan yang harus diunggah di media sosial. Salah satu hal penting adalah tidak boleh menulis sembarangan di media sosial, sama halnya saat berbicara, seperti berbicara hal berbahaya dan tidak etis.

Selain itu, orang tua perlu mengingatkan anak untuk tidak membagikan informasi sensitif pada orang asing. orang tuan pun sebaiknya memiliki akun di media sosial yang sama dengan anak, sehingga bisa memantau aktivitas mereka.

Apabila orang tua memiliki anak yang masih kecil, sebaiknya akun media sosial pertama dibuat bersama dengan orang tua. Dengan cara ini, orang tua juga dapat menjelaskan aturan dan tindakan keamanan pada buah hati.

Langkah terakhir adalah memanfaatkan aplikasi kontrol orang tua, seperti Kasperskys Safe Kids. Melalui aplikasi ini, orang tua dapat mendapat notifikasi apabila ada perubahan pada profil media sosial anak termasuk daftar teman, serta unggahan yang berpotensi berbahaya.

(Dam/Why)