Sukses

Kamu Suka Beli Smartphone Bekas? Catat, Ini Komponen yang Sering Rusak

Liputan6.com, Jakarta - Namanya barang bekas tentunya tak semulus produk baru, pasti ada saja kekurangannya. Hal ini juga berlaku bagi smartphone.

Salah satu keunggulan yang paling menonjol dari smartphone bekas adalah harga yang jauh lebih murah ketimbang perangkat baru.

Bagi kamu yang pernah membeli smartphone bekas, tentunya memaklumi kekurangan minor karena pemakaian pengguna sebelumnya, dan ini adalah risiko yang harus kamu tanggung.

Laporan dari OptoFidelity yang memeriksa lebih dari 1 juta unit smartphone bekas, menyebut ada beberapa komponen yang sering rusak di perangkat seken.

Mengutip Phone Arena yang dilansir Merdeka.com, Senin (3/8/2020), periset dari OptoFidelity Hans Kuosmanen menuturkan bahwa risiko kerusakan untuk membeli gadget bekas sebenarnya rendah.

"Jika kamu membeli smartphone bekas dari toko terkemuka, kamu tak perlu ragu karena mereka mengecek dan memperbaiki smartphone tersebut sebelum menjualnya," ungkapnya. Ia menambahkan perusahaannya sering bekerjasama beberapa kali dengan toko gadget bekas terkemuka dan mereka mengedepankan kualitas secara serius.

 

2 dari 4 halaman

95 Persen Kerusakan Terlihat dari Luar

OptoFidelity mengklaim hanya 3 persen hingga 4 persen saja dari lebih dari 1 juta unit yang mereka periksa memiliki kerusakan fungsi.

95 persen kerusakan pun terlihat dari luar, dan 5 persen terdapat kerusakan ketika digunakan.

Firma riset ini pun juga menyebut bahwa gadget bekas dijual hampir selalu dalam keadaan masih bergaransi dan banyak pengguna yang tak peduli dengan umur gadget asalkan punya fitur yang mereka inginkan.

 

3 dari 4 halaman

Apa Saja Komponen yang Kerap Rusak?

Beberapa komponen smartphone bekas yang sering rusak menurut OptoFidelity adalah tombol, baik itu tombol home, tombol volume, tombol power, dan deretan tombol lain. Seringnya tombol ditekan membuatnya gampang rusak seiring waktu.

Daftar selanjutnya adalah lampu LED notifikasi, yang juga selalu bekerja setiap saat dan akan berkurang kualitasnya seiring waktu.

Lalu komponen lainnya yang sering rusak adalah speaker, karena sering dimanfaatkan pengguna untuk menikmati konten hiburan.

 

4 dari 4 halaman

Komponen dengan Tingkat Kerusakan Tinggi

Selain beberapa komponen di atas, sejumlah komponen yang tingkat risiko rusaknya cukup tinggi adalah konektor dan juga headset, yang mana bukan komponen asli smartphone, dan lebih ke aksesoris yang mudah dicari penggantinya.

Sementara itu, deretan komponen yang hampir tak pernah rusak adalah modem, flash, pemindai sidik jari, dan juga mesin vibrasi.

Well, kamu Tertarik untuk membeli smartphone bekas?

Reporter: Indra Cahya

Sumber: Merdeka.com