Sukses

33 Perusahaan Teknologi Ini Mundur dari MWC 2020 Karena Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Sejauh ini beberapa perusahaan teknologi besar memutuskan untuk mundur dari ajang pemeran teknologi dan telekomunikasi Mobile World Congress (MWC 2020), karena wabah virus corona.

Beberapa di antaranya adalah Facebook, Intel, Ericsson, AT&T, Sprint, Sony, Mediatek, Vivo, dan LG. MWC sendiri akan berlangsung di Barcelona, Spanyol pada 24-27 Februari 2010.

Selain itu, beberapa perusahaan seperti Telenor, TCL, dan ZTE, berencana mengurangi kehadiran karyawannya. Mereka mengumumkan hal tersebut melalui konferensi pers, meskipun masih berencana untuk hadir.

GSMA selaku pihak penyelenggara mengatakan, lebih dari 2.400 perusahaan akan memamerkan teknologi terbarunya pada MWC 2020.

Laporan media lokal El Pais mencatat, MWC membuka sekitar 14.000 pekerjaan sementara dan penghasilan € 492 juta atau hampir USD 540 juta (setara Rp 7,3 triliun).

Belum lama ini, seorang juru bicara GSMA mengatakan kepada TechCrunch bahwa MWC 2020 akan diramaikan oleh 2.800 perusahaan. Namun, hingga kini belum menginformasikan jumlah perusahaan yang tetap bertahan.

2 dari 3 halaman

Daftar Lengkap Perusahaan Teknologi yang Mundur

Nah, sejauh ini ada 33 perusahaan teknologi yang memutuskan untuk mundur dari MWC 2020, sebagaimana dilansir TechCrunch, Rabu (12/2/2020).

1. Accedian

2. Amazon

3. Amdocs

4. AppsFlyer

5. ARCEP, France’s FCC

6. AT&T

7. Ciena

8. Cisco

9. CommScope

10. Dali Wireless

11. Ericsson

12. F5 Networks

13. Facebook

14. Gigaset

15. iconectiv

 

3 dari 3 halaman

Selanjutnya

16. Intel

17. InterDigital

18. Interop Technologies

19. KMW Communications (confirmed via email)

20. LG

21. MediaTek

22. NTT Docomo

23. Nvidia

24. Radwin

25. Rakuten

26. Royole Corporation

27. Sony

28. Spirent

29. Sprint

30. Ulefone

31. Umidigi

32. Viber

33. Vivo

(Isk/Why)

Loading
Artikel Selanjutnya
Wabah Corona Belum Teratasi, Peserta Lomba Lari Maraton di Jepang Dibatasi
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Miliarder China Sebut Penderita Virus Corona Mencapai 1,5 Juta Orang, Benarkah?