Sukses

Top 3 Tekno: FaceApp Abal-Abal Tipu 10 Ribu Orang Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi FaceApp abal-abal yang menipu lebih dari 10.000 orang Indonesia, menjadi yang terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com, Senin (22/7/2019) kemarin.

Berita lain yang tak kalah populer datang dari Gojek yang mengumumkan logo baru dalam rangka merayakan hari jadi ke-9 tahun.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Aplikasi FaceApp Abal-Abal Tipu 10 Ribu Lebih Pengguna Indonesia

Tantangan #AgeChallenge bermodalkan aplikasi FaceApp menjadi tren di seluruh dunia dalam waktu singkat, tak terkecuali di Indonesia. Belakangan ini, foto-foto orang tua hasil editan FaceApp menyesaki lini masa media sosial.

Bagi sebagian pihak, tren ini merupakan peluang bagus untuk mendulang keuntungan. Peneliti perusahaan keamanan ESET menemukan sebuah skema penipuan yang menunggangi popularitas FaceApp yang menggunakan embel-embel "Pro" sebagai umpan untuk memancing pengguna.

Hasil pencarian Google dengan menggunakan kata kunci "FaceApp Pro" mencapai lebih dari sekitar 69 juta artikel.

Baca selengkapnya di sini

2. Nadiem Makarim Ungkap Makna Logo Baru Gojek

Gojek mengumumkan logo baru dalam rangka merayakan hari jadi ke-9 tahun pada hari ini, Senin (22/7/2019). Perubahan logo ini sekaligus menandai evolusi Gojek dari layanan ride-hailing, menjadi ekosistem terintegrasi yang menggerakkan orang, barang, dan uang.

"Kenapa ada rebranding (pergantian logo) Gojek, karena kami sudah terlalu banyak perubahan. Kami kini mewadahi banyak hal, termasuk mitra, payment, hingga merchant. Simbol ini bersifat universal, dan menginterpretasikan keberagaman yang ada di dalam Gojek," ungkap founder dan CEO Gojek Group, Nadiem Makarim, di kantor Gojek, Senin (22/7/2019).

Logo baru ini melambangkan satu tombol untuk semua. Selain itu, lingkaran di logo baru ini juga mewakili keberagaman ekosistem Gojek.

Baca selengkapnya di sini

 

2 dari 3 halaman

3. Google Tawarkan Imbalan Lebih Tinggi bagi Peretas

Google menawarkan imbalan lebih tinggi bagi peretas atau peneliti keamanan melalui program Chrome Vulnerability Reward Program dan Google Play Security Reward Program. Sejak program ini diluncurkan pada 2010, Google secara akumulatif telah merogoh kocek lebih dari US$ 15 juta.

Chrome Vulnerability Reward Program telah menerima lebih dari 8.500 laporan dan memberi imbalan lebih dari US$ 5 juta kepada mereka yang berhasil menemukan bug dan celah keamanan pada produknya. Demikian dikutip dari Venture Beat, Senin (22/7/2019).

Sekarang Google meningkatkan imbalan terendah dari US$ 5.000 menjadi US$ 15.000. Untuk temuan lebih berkualitas, nilai imbalannya meningkat menjadi US$ 30.000 dari dari US$ 15.000.

Baca selengkapnya di sini

(Isk/Ysl)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Transformasi Wajah Ridwan Kamil Usai Ikut Tren FaceApp
Artikel Selanjutnya
Aplikasi FaceApp Abal-Abal Tipu 10 Ribu Lebih Pengguna Indonesia