Sukses

Google Blokir Aplikasi Pesan Antar Ganja

Liputan6.com, Jakarta - Meski beberapa negara sudah melegalkan penanaman dan peredaran ganja, nampaknya perlu waktu bagi Google untuk sepenuhnya mendukung kehadiran aplikasi yang memudahkan jual beli tanaman ini.

Beberapa tahun yang lalu, Amerika Serikat (AS) melegalkan ganja diluar penggunaan obat-obatan. Jadi, masyarakat AS bisa bebas memiliki dan memperjualbelikannya.

Tapi belum lama ini, Google memblokir aplikasi pesan antar ganja di Play Store yang dianggap bertentangan dengan kebijakan pengaturan konten, sebagaimana yang dikutip dari Ubergizmo, Jumat (31/5/2019).

Disinyalir, hal ini karena secara keseluruhan ganja masih dianggap tanaman terlarang, termasuk di Indonesia. Sebagaimana pernyataan Google, "Kami tidak memberi ijin pada aplikasi yang memfasilitasi penjualan marijuana atau produk marijuana, meski sudah dilegalkan."

Google kemudian mengkonfirmasi pada Android Police, pelarangan ini tidak seketat yang dipikirkan. Pengembang aplikasi bisa mengubah alur belanja sedemikian rupa agar tidak melanggar ketentuan.

Banyak yang menduga Google ingin memperlihatkan kalau Play Store ramah untuk anak dan keluarga, namun hal ini justru membuat file APK aplikasi ini bertebaran dimana-mana, memudahkan pengguna mengaksesnya lebih mudah.

2 dari 3 halaman

Informasi Seputar Google Stadia Bakal Terungkap di E3?

Sebelumnya, pada Maret 2019, Google mengungkap salah satu platform gim baru yang diberi nama Stadia.

Platform gaming berbasis cloud ini menawarkan akses streaming gim yang dapat diakses dari beragam perangkat.

Sayang, saat itu Google belum mengungkap informasi detil terkait platform tersebut. Namun, melalui kicauan terbaru, informasi mengenai platform gaming ini terungkap sedikit demi sedikit.

Dikutip dari GSM Arena, Selasa (28/5/2019), akun Twitter resmi Google Stadia mengumumkan tiga informasi penting terkait platform ini akan diungkap pada pertengahan 2019.

"Musim panas ini, tiga hal yang kamu ingin ketahui akan diberikan: harga, pengumuman gim, dan informasi peluncuran," tulis Google melalui akun Twitter @GoogleStadia.

Kendati demikian, informasi tersebut masih menyisakan pertanyaan mengenai kapan pengumuman ini akan digelar.

Menilik waktu yang diberikan Google dalam kicauan tersebut, banyak yang menduga informasi soal Stadia ini akan dilakukan pada ajang E3.

Sekadar informasi, ajang E3 2019 akan diadakan pada 12 hingga 14 Juni 2019. Meski belum pasti, Google menyebut informasi mengenai Stadia akan diinformasikan dalam waktu dekat.  

3 dari 3 halaman

Google Ungkap Stadia, Layanan Streaming Gim Berbasis Cloud

Setelah beberapa bocoran informasi beredar di internet, Google akhirnya resmi mengungkap layanan streaming gim berbasis cloud miliknya, yakni Stadia.

Diumumkan pada acara Game Developers Conference di San Francisco, Amerika Serikat, Selasa (19/3/2019), pukul 10.00 waktu setempat, Google menjelaskan dan memperlihatkan cara kerja Stadia.

Sebagaimana dilansir The Verge, Sundar Pichai, CEO Google menjelaskan layanan streaming gim berbasis cloud ini dapat memainkan beragam judul gim di perangkat apapun.

Berbeda dengan PS4 dan Xbox One yang memiliki keterbatasasn harus bermain gim menggunakan konsol, Stadia mengandalkan infrastruktur cloud Google dan gamer dapat streaming main gim di PC (browser Chrome), smartphone, tablet, hingga TV (Chromecast).

Perusahaan raksasa mesin pencari tersebut menyatakan, layanan cloud streaming gim itu akan diluncurkan di Amerika Serikat, Inggris, Eropa dan Kanada pada akhir tahun ini.

Google sendiri hingga saat ini masih belum mengungkap berapa uang yang harus dikeluarkan gamer untuk menikmati layanan Stadia.

(Tik/Ysl)

Loading
Artikel Selanjutnya
Upayakan Ramah Difabel, Google Kumpulkan Suara Penyandang Down Syndrome
Artikel Selanjutnya
Google Chrome Akan Kasih Peringatan Kalau Password Kamu Dicuri