Sukses

Mengenal Julian Assange, Pendiri WikiLeaks yang Ditangkap Polisi

Liputan6.com, Jakarta - Setelah bertahun-tahun bersembunyi, kepolisian Inggris akhirnya menangkap pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Penangkapan itu dilakukan setelah Ekuador menarik status suakanya.

Perlu diketahui, penangkapan itu dilakukan di Gedung Kedutaan Besar Ekuador di London. Di sana, Assange sudah mendapat suaka sejak 2012.

Dalam beberapa tahun terakhir, nama Assange menjadi perhatian publik karena dirinya merupakan pembocor sejumlah dokumen yang diungkap oleh mantan analis intelijen militer. Dia diketahui membocorkan rahasia militer dan diplomatik.

Assange memang sosok yang kontroversial dengan laman WikiLeaks besutannya.

Dikutip dari LA Times, Jumat (12/4/2019) informasi pertama yang mencuat dari WikiLeaks rilis pada 2010, tapi sebenarnya laman itu sudah mulai dikembangkan empat tahun sebelumnya.

Ketika itu, WikiLeaks menampilkan video yang menunjukkan pasukan Amerika Serikat di Irak menembak puluhan warga dari sebuah helikopter.

Begitu informasi itu tersebut keluar, WikiLeaks dengan cepat menjadi perhatian publik.

Pada 2010 pula, Assange mendapat predikat "Person of the Year" dari majalah Time.

Sebelum dikenal sebagai pembocor informasi rahasia berskala internasional, Assange memang sudah kerap berurusan dengan pihak keamanan.

2 dari 3 halaman

Kisah Assange Bangun WikiLeaks

Saat di usia 20-an, dia dikenal sebagai salah satu peretas yang sering berhadapan dengan otoritas di Australia.

Dia didakwa dengan lebih dari 30 tuduhan aksi peretasan di Australia, tapi selalu lolos dengan jaminan.

Setelah itu, dia meneruskan ketertarikannya di bidang computer programmer dan software developer. Bersamaan dengan itu, dia juga mempelajari matematika di Universitas Melbourne.

Pada 2006, Assange mulai mengejarkan situs WikiLeaks dan rilis resmi pada 2007.

Di awal pendiriannya, pria yang tidak pernah menyelesaikan pendidikan tinggi ini beroperasi di Swedia karena undang-undang di negara tersebut melindungi anonimitas seseorang.

Kendati demikian, aksi Assange di Swedia tidak bertahan lama. Akhir 2010, dia diperiksa kepolisian setempat terkait kasus pelecehan seksual, pemaksaan, dan pemerkosaan.

Ketika kasus itu mencuat, sejak 2012, dia bersembunyi di Kedutaan Besar Ekuador di London. Sejak saat itu pula hingga sekarang, dia tidak pernah benar-benar keluar dari tempat tersebut.

3 dari 3 halaman

Pendiri WikiLeaks Julian Assange Ditangkap Kepolisian Inggris

Sekadar informasi, penangkapan salah satu orang paling dicari di dunia itu ditangkap setelah Ekuador menarik status suakanya.

Mengutip laman The Verge, Jumat (12/4/2019), penangkapan ini dilakukan di Gedung Kedutaan Besar Ekuador di London. Di tempat tersebut, pendiri WikiLeaks tersebut mengklaim telah mendapatkan suaka sejak 2012.

Assange dibawa ke luar dari kedutaan oleh otoritas dan ditahan di kantor polisi pusat London. The Verge menyebut, Assange terdengar memohon, "Inggris harus menolak upaya ini oleh administrasi Trump."

Kini, Assange telah ditempatkan di Pengadilan Wesminster Magistrates untuk disidang.

Masa depan Assange di kedutaan Ekuador dipertanyakan tahun lalu setelah presiden Ekuador mengatakan ia pada akhirnya harus meninggalkan properti tersebut dan mengungkap, pihaknya tengah dalam pembicaraan dengan otoritas berwenang Inggris untuk mengakhiri suaka Assange.

Pada Oktober lalu, Assange juga diberikan seperangkat aturan rumah tahanan baru, termasuk di dalamnya untuk merawat kucingnya dan menghindari campur tangan politik menggunakan WiFi kedutaan.

Dengan berlakunya aturan ini, Assange kemudian menunjukkan orang lain menggantikannya sebagai editor WikiLeaks.

(Dam/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
PM Australia: Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Julian Assange
Artikel Selanjutnya
Julian Assange Pendiri WikiLeaks Ditangkap Kepolisian Inggris, Ini 4 Faktanya