Sukses

Review Galaxy A11: Tampak Premium dengan Harga Terjangkau

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa tahun belakangan ini, sejumlah vendor mulai bergeliat untuk kembali masuk ke pasar smartphone kelas bawah atau entry level.

Berusaha untuk mengaet pengguna dengan budget terbatas hingga early adopter, wajar bila vendor membanjiri pasar dengan deretan smartphone kelas bawah terbaru mereka.

Salah satunya adalah Samsung. Memiliki sejarah panjang di pasar smartphone kelas bawah, perusahaan asal Korea Selatan itu merilis produk teranyarnya belum lama ini, yakni Galaxy A11. Smarpthone ini digadang-gadang sebagai ponsel kelas bawah dengan rasa premium.

Hal ini dibuktikan Samsung dengan menyematkan Galaxy A11 berkemampuan triple camera (tiga kamera), dan desain Infinity O display yang notabene selalu hadir di smartphone kelas menengah hingga premium.

Lalu apakah Galaxy A11 ini mampu menghadirkan pengalaman kelas premium di kisaran harga terjangkau? Tim Liputan6.com berkesempatan untuk mengulas smartphone milik Samsung tersebut.

Bagaimana pengalaman kami memakai Galaxy A11 ini selama tiga pekan? Berikut ulasannya.

2 dari 5 halaman

Desain

Bodi belakang Galaxy A11 (Liputan6.com/ Yuslianson)

Sebelum lanjut, Galaxy A11 yang kami ulas hadir dengan warna putih polos dengan sentuhan glossy tanpa pola khusus maupun efek saat terkena cahaya dan gradasi.

Dilihat sepintas dari jauh, Galaxy A11 memang terlihat premium. Namun saat dekat dan dipegang, kamu dapat langsung merasakan kualitas bahan yang membalut bodi smartphone ini.

Sangat disayangkan, tidak seperti seri Galaxy A sebelumnya, Samsung tidak menyertakan casing tambahan bawaan. Karena berwarna putih, bodi ponsel sangat rentan kotor dan lecet. Bila tak ingin, pengguna harus membeli casing pihak ketiga.

Tampak pula tiga lensa Galaxy A11 yang berjejer vertikal tanpa frame kamera seperti ponsel lainnya.

Kombinasi tiga kamera Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Selain tiga lensa kamera, Samsung juga sudah menyertakan sebuah sensor pemindai sidik jari dibelakang smartphone untuk membuka kunci ponsel.

Di tampilan depan, Galaxy A11 hadir dengan desain Infinity-O display untuk memberikan rasa premium ke smartphone entry level ini.

Sayang, alih-alih menggunakan IPS atau Super AMOLED, Samsung hadirkan layar Galaxy A11 dengan panel TFT PLS.

Tampak depan Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Layar ponsel tampil dengan bentang layar berukuran 6,4 inci beresolusi HD+ (720x1560 piksel) yang berasio 19,5:9.

Hanya sebatas resolusi HD+, tampilan di layar Galaxy A11 tidaklah terlalu wah. Namun, untuk sebatas menikmati konten multimedia dan media sosial, ponsel ini cukup mumpuni.

Di bagian sisi kanan dan kiri, Samsung menyematkan tonbol power dan volume di sisi kanannya. Sementara di sisi kirinya hanya tersedia slot kartu SIM dengan tiga slot yang terdiri dari dua nano SIM dan satu microSD.

Tombol power dan volume di sisi bagian kanan bodi Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Slot kartu SIM dan microSD di Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Bagian atas ponsel dapat ditemukan jack audio 3,5mm, sedangkan bagian bawah ada port USB-C dan speaker. Sayang, posisi speaker ini dapat menggangu pengalaman bermain karena terhalang oleh tangan.

Saat diuji bermain gim, kami terpaksa untuk memposisikan ponsel sedemikian rupa agar speaker utama Galaxy A11 ini tidak terhalang oleh tangan.

Audio jack 3,5mm di Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Sisi bawah Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

3 dari 5 halaman

Performa dan Software

OneUI Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Dalam hal performa, Galaxy A11 hadir dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 450 berkecepatan 1.8 GHz dan GPU Adreno 506.

Masuk ke dalam kategori entry level, ponsel ini hanya menyuguhkan RAM 3GB, memori internal 32GB, dan baterai 4000mAh.

Dengan kemampuan hardware yang disebutkan, Galaxy A11 mampu beroperasi dengan layak untuk penggunaan sehari-hari.

Namun, untuk penggunaan intens bermain gim performa smartphone cukup mengalami kesulitan. Apalagi bila memainkan gim, seperti PUBG Mobile ataupun CoD Mobile.

Kedua gim dapat dimainkan, tetapi jangan berharap untuk bisa bermain disetel paling maksimal. Kami mendapati gim berjalan mulus dengan setelan paling rendah, tetapi sering mengalami lag dengan setelan Normal.

Mobile Legends. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Call of Duty Mobile di Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Tergantung dari penggunaan, baterai Galaxy A11 mampu bertahan hingga seharian hanya dalam sekali pengisian daya. Jika dipakai untuk bermain gim hingga menikmati konten multimedia, kami mendapati baterai ini setidaknya harus diisi dua kali sehari.

Beruntung, Samsung menyertakan Galaxy A11 dengan kepala charger berkemampuan fast charging 15 watt. Dengan ini, pengisian baterai pun dapat dipersingkat.

Diperkenalkan pada awal tahun ini, tentunya Samsung sudah membenamkan software OneUI 2.0 ke Galaxy A11 yang berbasis OS Android 10.

Karena menggunakan OS terbaru Google, Galaxy A11 pun sudah mendukung dark mode. Berdasarkan pengalaman, UI milik Samsung dan Android 10 ini cukup mulus dan natural saat dipakai.

4 dari 5 halaman

Kamera

Seperti deretan smartphone kelas atas saat ini, Galaxy A11 mengusung kamera dengan konfigurasi tiga lensa.

Adapun lensa utama smartphone ini memiliki kemampuan 13MP dengan aperture f/1.8, 5MP f/2.2 dengan lensa ultra wide, dan kamera depth sensor 2MP f/2.4 untuk efek Live Bokeh.

Sementara itu, lensa depannya beresolusi 8MP f/2.0 untuk selfie. Tak hanya itu, kamera ini juga dapat digunakan untuk video call dan face unlock.

Informasi, baik kamera depan maupun belakang memiliki kemampuan merekam hingga 1080p 30fps. Berikut ini adalah deretan hasil foto dari Galaxy A11.

Hasil foto kamera Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Hasil foto kamera Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Hasil foto kamera Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Hasil foto kamera Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Hasil foto kamera Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Hasil foto kamera Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Hasil foto kamera Galaxy A11. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Secara keseluruhan, performa kamera Galaxy A11 memang tidak terlalu menonjol dan terkesan biasa-biasa saja. Ya, kamera utama ponsel mampu mengambil foto di kondisi cahaya yang cukup, namun mengalami kesulitan saat memotret saat malam hari.

5 dari 5 halaman

Kesimpulan

Galaxy A11 (screenshot https://www.samsung.com/)

Spesifikasi yang ditawarkan sebanding dengan banderol harga Rp 1.999.000. Namun, tampaknya hal ini berbanding terbalik dengan target pasar sasaran Samsung, yakni Gen Z yang membutuhkan ponsel berkemampuan tak hanya unggul di kamera, tetapi juga dalam hal performa.

Apalagi, Samsung sendiri sebenarnya memiliki seri di range harga yang tak jauh dari seri Galaxy A11 saat ini dengan kemampuan kamera dan performa lebih baik.

Seperti yang disebutkan awal artikel ini, dengan harga itu Galaxy A11 lebih cocok bagi konsumen yang baru pertama kali memakai smartphone atau bagi konsumen yang mulai beralih dari ponsel feature phone ke ponsel pintar.

Atau, Galaxy A11 ini sangat cocok bagi orang tua yang ingin membelikan smartphone untuk digunakan anak selama sedang belajar dari rumah di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Dengan kemampuan yang cukup untuk berkirim pesan via WhatsApp atau video conference dengan guru, Galaxy A11 bisa menjadi pertimbangan bagi konsumen yang mencari ponsel budget murah.

(Ysl/Why)