Sukses

Sandang Status Decacorn, Ini Fokus Grab di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa hari lalu, status Grab baru saja naik tingkat dari startup unicorn menjadi decacorn. Keberhasilan Grab ini menjadikannya sebagai startup pertama di Asia Tenggara yang menyandang status tersebut.

Meski menjadi yang pertama menyandang status decacorn di Asia Tenggara, Grab ternyata tidak merasa jemawa. Menurut Grab, decacorn tidak lebih dari status yang dialamatkan ke perusahaan asal Malaysia itu.

"Decacorn ini hanya benchmark, penamaan, sebuah pencapaian saja. Yang penting bagi kami adalah bagaimana untuk terus menjadi pilihan masyarakat," tutur President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata usai ditemui di acara penandatanganan nota kesepakatan antara Grab  dan Sinar Mas Land di ICE BSD, Tangerang, Senin (4/3/2019).

Lebih lanjut Ridzki juga menuturkan Grab tidak menyiapkan strategi khusus usai menyandang status decacorn. Ridzki menuturkan pihaknya tetap akan fokus melayani kebutuhan masyarakat.

"Ke depannya sama saja. Kami tetap ingin fokus melayani kebutuhan masyarakat," ujarnya mengakhiri pembicaraan. Sekadar informasi, decacorn adalah sebutan untuk startup yang memiliki valuasi lebih dari USD 10 miliar.

 

2 dari 2 halaman

Valuasi Grab Mencapai USD 11 Miliar

Cek dulu yuk promo decacorn dari Grab.

Saat ini, valuasi Grab sudah mencapai USD 11 miliar. Grab sendiri menawarkan solusi sehari-hari dengan layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile, serta hiburan digital.

Dengan filosofi terbuka, Grab menyatukan para mitra untuk membuat hidup lebih baik bagi semua pengguna di Asia Tenggara.

Sebelumnya, startup yang berbasis di Singapura itu baru saja masuk dalam daftar perusahaan paling inovatif. Dikutip dari Business Insider, Grab berada di urutan kedua perusahaan paling inovatif versi Fast Company.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Intip, Layanan Transportasi Grab Ini Spesial Hanya Ada di Negara Tertentu
Artikel Selanjutnya
Fantastis, Ini Rekam Jejak Grab Selama Beroperasi di Asia Tenggara