Sukses

Rencana Inovasi Bukalapak: Drone hingga Toko Tanpa Kasir

Liputan6.com, Jakarta - Langkah Bukalapak untuk terus melakukan inovasi ditunjukkan dengan membuka kantor baru di Bandung, Jawa Barat. Nantinya, kantor baru ini akan ditujukan khusus sebagai pusat riset dan pengembangan.

Beberapa inovasi teknologi yang bakal dikembangkan di pusat riset ini adalah drone hingga kecerdasan buatan. Menurut Co-founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky, saat ini inovasi drone yang dikembangkan Bukalapak masih dalam tahap uji coba.

"Untuk drone, kami sedang eksperimen dalam skala kecil. Kami ingin membuat drone yang lebih canggih untuk masyarakat Indonesia, yang bisa menghindari lemparan ketapel," tuturnya saat konferensi pers ulang tahun ke-9 Bukalapak di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Adapun drone itu akan digunakan untuk proses pengiriman. Selain itu, Zaky juga menuturkan dirinya memiliki ide untuk mengembangkan toko ritel tanpa pramuniaga (unmanned retail).

Sekadar informasi, unmanned retail merupakan toko tanpa kasir yang seluruh proses pembeliannya dilakukan sendiri tidak dengan bantuan manusia.

"Denngan sistem ritel yang terintegrasi, kami memimpikan bahwa penjualan ritel itu memiliki sistem yang simpel dan nyaman, sehingga tidak perlu ada manusia. Produknya pun bagus dan baik," ujarnya menjelaskan.

Kendati demikian, Zaky belum bisa memastikan kapan inovasi tersebut dapat diwujudkan. Menurutnya, Bukalapak memiliki nilai bahwa harus mencoba, meski selalu gagal. Hal itu, menurut Zaky, merupakan keniscayaan di dunia teknologi.

"Di era teknologi ini, 99 persen kegagalan itu diperlukan. Jadi, kami harus selalu mencoba. Perkara gagal itu dapat terjadi, yang penting terus dicoba," tutur pria lulusan Institut Teknologi Bandung tersebut.

Salah satu percobaan yang terus dilakukan Bukalapak dan akhirnya berhasil adalah Mitra Bukalapak. Zaky menuturkan, Bukalapak harus berjibaku sebelum program yang ditujukan untuk memudahkan pemilik warung berjualan itu menuai hasil positif.

2 dari 3 halaman

Bukalapak Resmi Operasikan Kantor di Bandung

Memasuki usia ke-9, Bukalapak meresmikan kantor baru yang dibangun khusus sebagai pusat riset dan pengembangan di kawasan Dago, Kota Bandung.

Peresmian kantor Bukalapak tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Peresmian kantor riset dan pengembangan serta penandatanganan nota kerja sama dilakukan Co-Founder sekaligus President Bukalapak, Fajrin Rasyid selaku dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

"Sejak pertama kali didirikan pada 2010, Bukalapak telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hingga saat ini kami memiliki berbagai fitur dan mulai membangun ekosistem warung digital," kata Fajrin di Bandung, Jumat (14/18/2018).

Perkembangan tersebut, lanjut Fajrin, terus dikelola guna memajukan industri UMKM Indonesia melalui pelayanan terbaik dan pengalaman berbelanja yang nyaman.

"Berangkat dari semangat itulah kami memutuskan untuk membangun kantor baru di Bandung yang kami dedikasikan khusus untuk riset dan pengembangan. Akan ada banyak sekali inovasi dan terobosan baru yang kami harapkan dari kantor riset dan pengembangan ini, salah satunya produk pelayanan publik yang kami tanda tangani hari ini dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," jelas Fajrin.

Kantor riset dan pengembangan Bukalapak ini diharapkan akan turut membangun ekosistem startup tech and product di Bandung. Alasannya, talenta-talenta berbakat di Bandung turut bergabung dan akan fokus dalam berbagai pengembangan di antaranya produk teknologi dan kecerdasan buatan. 

3 dari 3 halaman

Tempatnya Keren

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik dibukanya kantor lapak di Bandung. Mantan Wali Kota Bandung itu menyebut kehadiran usaha di bidang digital adalah impinnya sejak dulu.

"Tempatnya keren, mewakili gaya dunia digital. Kenapa digital sekarang banyak mengisi kehidupan manusia, karena digital memang sudah tidak bisa dilawan," kata Ridwan dalam sambutannya.

Emil, sapaan akrabnya, menjelaskan visi pemerintahannya sebagai provinsi yang mengedepankan digital. Sebagai gubernur yang dilantik pada September 2018 lalu, Emil berharap visi Jabar sebagai provinsi digital akan segera terwujud.

"Sebagai gubernur, saya juga harus digital inclusive. Menolong orang yang belum paham untuk bisa mengakses teknologi yang terus berkembang," ujarnya.

Ia pun berharap Bukalapak selaku marketplace yang memiliki jutaan pelanggan untuk terus berinovasi dengan hadirnya kantor baru.

"Saat ini kan trennya bisnis via digital. Saya ada pertanyaan, bagaimana Bukalapak mengeluarkan inovasi produk-produk lokal Jawa Barat yang dari desa. Tujunnya, supaya bisa mewujudkan Jabar digital yaitu menolong orang yang jauh dari teknologi," ujarnya.

Dalam perjanjian kerja sama antara Bukalapak dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terdapat beberapa hal yang disepakati antara lain peningkatan pelayanan publik di Jawa Barat, promosi potensi pariwisata daerah, dan pembinaan UMKM Jawa Barat melalui pemanfaatan teknologi.

(Dam)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Easycash Beri Pinjaman Rp 1,5 Triliun ke 250 Pengguna
Artikel Selanjutnya
Kemenpora Berdayakan Anak Muda agar Berkembang di Startup‎