Sukses

Ups, Aplikasi Android yang Berbagi Data ke Facebook Ternyata Ada Banyak

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang 2018, Facebook harus menghadapi cobaan berat terakit hal keamanan data penggunanya.

Setelah kasus Cambridge Analytica, raksasa media sosial besutan Mark Zuckerberg itu seolah tak henti-hentinya diterpa masalah, khususnya keamanan data pengguna.

Privacy International (PI), organisasi nirlaba yang menangani masalah proteksi dan keamanan data, belum lama ini menemukan fakta menarik berhubungan dengan Facebook dan aplikasi Android.

Dilansir The Daily Dot, Rabu (2/1/2019), tim Privacy International mengungkap, banyak aplikasi Android yang ternyata berbagi informasi data ke Facebook, terlepas apakah mereka memiliki akun atau tidak.

Yang pasti, hasil investigasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi media sosial dalam menangani data pengguna (dan non-pengguna).

Tim PI menguji sekitar 34 aplikasi Android terpopuler dalam rentang waktu Agustus dan Desember 2018. Ditemukan, hampir dua pertiga aplikasi tersebut mengirim data ke Facebook sesaat setelah dibuka.

Lewat data yang dikirim tersebut, Facebook dapat mengetahui secara tepat seberapa sering orang menggunakan aplikasi tertentu, sekaligus mengumpulkan data lain yang memungkinkan perusahan membuat profil terperinci.

 

2 dari 3 halaman

Netflix dan Spotify Dapat Baca Pesan Pribadi Pengguna Facebook

Ilustrasi Facebook (iStockPhoto)

Sebelumnya, laporan investigasi terbaru dari New York Times menemukan bahwa Facebook mengizinkan pihak ketiga untuk membaca pesan milik penggunanya.

Dikutip dari CNBC, Jumat (21/12/2018), Facebook dilaporkan telah memberikan kesempatan perusahaan lain, seperti Spotify, Netflix, dan Royal Bank of Canada untuk membaca, menulis, dan menghapus pesan pribadi pengguna.

Laporan itu juga menyebut bahwa Facebook mengizinkan mesin pencari Microsoft Bing untuk melihat sejumlah nama teman-teman pengguna tanpa pemberitahuan lebih dulu.

 

3 dari 3 halaman

Umbar 6,8 Juta Foto Pengguna, Facebook Diinvestigasi

Ilustrasi Facebook (iStockPhoto)

Baru-baru ini, Facebook mengungkap ada bug yang membuat 6,8 juta foto penggunanya terumbar. Gara-gara masalah tersebut, regulator Irlandia menginvestigasi Facebook.

Seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/12/2018), regulator Irlandia yang menangani masalah proteksi data, Irish Data Protection Commissioner (DPC) menyebut, investigasi ini dilakukan untuk menentukan apakah Facebook telah mematuhi peraturan terbaru terkait privasi di Uni Eropa.

Pasalnya beberapa waktu belakangan, Facebook disebut-sebut mengalami kebocoran data, dan yang terakhir adalah jutaan foto milik pengguna yang terekspos dari jejaring sosial.

Sejak regulasi tentang privasi data di Uni Eropa diberlakukan pada Mei lalu, ini adalah kali kedua perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu diinvestigasi oleh regulator.

Dalam pernyataannya, pihak Facebook mengaku telah menjalin kontak dengan regulator Irlandia dan berupaya untuk menjawab seluruh pertanyaan yang diberikan.

(Ysl/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

Loading
Artikel Selanjutnya
Nokia 9 PureView Bakal Adopsi Pemindai Sidik Jari di Bawah Layar
Artikel Selanjutnya
Rugi Rp 289 Triliun, Mark Zuckerberg Tetap Bersyukur