Sukses

Samsung Bantah AR Emoji di Galaxy S9 Sontek Apple

Liputan6.com, Barcelona - Pada gelaran Mobile World Congress (MWC) 2018, Samsung secara resmi memperkenalkan Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus. Bersamaan dengan duo smartphone premium tersebut, perusahaan asal Korea Selatan itu turut menghadirkan fitur AR Emoji.

Sesuai namanya, AR Emoji merupakan fitur yang memungkinkan wajah pengguna dipindai dan mengubahnya menjadi emoji. Meski menarik, tak sedikit pihak menyebut fitur AR Emoji dari Samsung ini memiliki kemiripan dengan Animoji dari Apple.

Menanggapi hal tersebut, President Samsung Mobile DJ Koh, menampik Samsung telah meniru fitur dari Apple tersebut. Dalam wawancaranya dengan The Wall Street Journal, Koh menyebut, Samsung sebenarnya telah mengembangkan fitur tersebut sejak lama.

Ia menuturkan, pengembangan avatar berbasis 3D ini sudah mulai dilakukan pada awal 2001, saat era ponsel lipat. Ketika itu, ia masih memimpin divisi riset dan pengembangan Samsung mobile di Inggris.

"Pendekatan mereka (Apple) dan pendekatan saya sangat berbeda. Saya bekerja sangat serius berdasarkan rencana saya sendiri," tuturnya seperti dikutip dari Phone Arena, Jumat (2/3/2018). Meski terlihat sama, kedua fitur ini memang memiliki kemampuan berbeda.

AR Emoji di Galaxy S9 memungkinkan pengguna membuat avatar digital yang mirip dengan dirinya. Sementara, Apple mengubah hasil pemindaian wajah tersebut menjadi 3D emoji, seperti naga, beruang, atau karakter lainnya.

1 dari 3 halaman

Cara Kerja AR Emoji

Sebelumnya, Senior Manager Channel Marketing Samsung, Erin Willis, sempat menjelaskan bahwa cara kerja AR Emoji sebenarnya sangat mudah.

Pengguna bisa memakai kamera dan mengambil foto selfie untuk bisa dijadikan dalam bentuk GIF atau stiker. Menariknya, emoji-emoji ini bisa langsung dikirim via pesan instan.

Erin juga mengungkap kalau fitur keren tersebut bisa berfungsi sebagai avatar. Jadi, pengguna bisa memilih tampilan sesuka hati, mulai dari rambut, pakaian, hingga aksesori seperti kacamata.

"Fitur ini memetakan wajah pengguna untuk menciptakan avatar 3D, yang bisa dijadikan stiker atau GIF yang bergerak," kata Erin di peluncuran Galaxy S9 dan S9 Plus di Fira Barcelona Gran Via, yang juga turut dihadiri Tekno Liputan6.com.

Tak cuma itu, Samsung juga bekerja sama dengan Disney untuk AR Emoji. Dengan demikian, pengguna bisa memakai emoji karakter Mickey dan Minnie Mouse untuk menciptakan AR Emoji yang lucu.

2 dari 3 halaman

Implementasi AR yang Lebih Optimal

Implementasi teknologi AR pada Galaxy S9 dan S9 Plus tentu tak sebatas AR Emoji saja. Erin juga mengungkap kalau smartphone ini memiliki kemampuan menerjemahkan bahasa asing langsung dari kamera.

Ya, fitur penerjemah bahasa asing ini didukung dengan teknologi AR dan Google Translate. Jadi, pengguna yang semisal pergi berlibur dan bertemu dengan tulisan berbahasa asing, bisa langsung memakai kamera Galaxy S9 atau S9 Plus dan mengarahkan kamera smartphone ke bahasa tersebut.

Tak butuh waktu lama, kamera akan menampilkan bahasa yang sudah diterjemahkan Google Translate.

Selain itu, ketika pengguna hendak mengambil foto makanan, kamera akan langsung mendeteksi jenis makanan dan menghitung kalori via aplikasi Samsung Health.

Lebih lanjut, asisten pintar Samsung, Bixby, juga terintegrasi pada kamera Galaxy S9 dan S9 Plus. Dengan demikian, pengguna bisa mengambil foto selfie sekaligus menjajal makeup virtual.

(Dam/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Artikel Selanjutnya
Samsung Bersiap Garap Ponsel 5G
Artikel Selanjutnya
Soal Inovasi Teknologi, Samsung Tak Lagi Terobsesi Jadi yang Pertama