Sukses

Anak SMA Ini Berhasil Ungkap Rahasia Apple soal iPhone Lemot

Liputan6.com, Jakarta - Apple baru-baru ini mendapatkan banyak protes dari berbagai pihak lantaran dengan sengaja membuat iPhone lawas menjadi lebih lambat.

Dalam keterangannya, perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California, Amerika Serikat (AS) itu mengungkap pembaruan software yang mereka gulirkan hadir untuk melindungi baterai lithium-ion yang menua. Konsekuensinya, update ini akan memperlambat kinerja OS iPhone lawas.

Namun, tahukah kamu siapa yang pertama kali mengungkap rahasia Apple ini? Dikutip dari Daily Mail, Jumat (29/12/2017), baru-baru ini diketahui orang yang mengungkap teknik Apple ini adalah seorang remaja berusia 17 tahun, Tyler Barney, dari Tennessee, AS.

Barney adalah seorang pelajar SMA di sekolah Mt Juliet. Dia mengaku pertama kali menemukan bahwa kinerja iPhone lawas menurun berkaitan dengan baterai iPhone 6s miliknya yang kian usang.

"Hal tersebut (iPhone lemot) merupakan masalah besar, bahkan mengetik saja susah," kata Barney dalam keterangan tertulis yang dikirim ke media setempat.

Dia mengatakan, sembari menunggu pembaruan OS dirilis oleh Apple, dia menjajal iPhone 6 milik kakaknya. Meski iPhone 6 saudaranya merupakan model yang lebih lawas, performanya jauh lebih cepat karena umur belinya yang terbilang satu tahun lebih muda dibanding iPhone 6s miliknya.

Barney pun mencoba untuk mengganti baterai lawas iPhone 6s-nya dan ternyata performa perangkat tersebut meningkat jadi lebih cepat.

Dia pun lalu mengunggah hal itu di Reddit menggunakan username TeckFire dengan tujuan untuk berbagi mengenai masalah iPhone lawas yang sengaja dibuat lemot untuk melindungi baterai lithium-ion.

Unggahan Barney kemudian jadi viral dan membuat Apple mengakuinya. Apple sengaja membuat kinerja iPhone lawas menjadi lambat dan kurang efektif. Bahkan, temuan Barney ini memicu beragam gugatan dari konsumen di seluruh dunia yang dialamatkan pada Apple. 

2 dari 2 halaman

Permintaan Maaf Apple

Apple akhirnya menyampaikan permintaan maafnya kepada para pengguna iPhone karena sengaja memperlambat performa iPhone lawas demi mempertahankan kinerja baterai. Permintaan maaf ini disampaikan Apple pada Kamis (29/12/2017) waktu setempat.

"Kami tahu kalian pasti berpikir Apple telah mengecewakan kalian. Kami minta maaf," demikian pernyataan Apple sebagaimana dilansir dari The Verge.

Karena hal ini, Apple memberikan kompensasi kepada pelanggan berupa potongan harga bagi pemilik iPhone 6 dan setelahnya yang ingin mengganti baterainya hanya dengan harga US$ 29.

Dikutip dari Tech Radar, biaya tersebut jauh lebih murah dari biaya yang biasa dipatok Apple untuk mengganti baterai iPhone, yakni lebih dari US$ 80. Penawaran ini berlaku sepanjang 2018. Tak jelas apakah ini berlaku di AS saja atau di beberapa negara lainnya.

Di samping itu, Apple juga menyebut akan memperkenalkan fitur atau teknologi baru pada pembaruan (update) iOS 11 yang kemungkinan berkaitan dengan kinerja baterai.

Upaya perlambatan kinerja iPhone demi menyelamatkan baterai ini dianggap wajar bagi Apple karena baterai merupakan komponen "habis pakai".

Namun, pernyataan tersebut justru menuai kritik dari sejumlah pengguna yang menilai bahwa Apple seharusnya tak ikut campur dalam penggantian baterai iPhone milik pengguna.

(Tin/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Menjajal Kamera Galaxy S20 Ultra, Kameranya 108MP, Bisa Zoom 100x, dan Single Take
Loading