Sukses

Begini Cara XL Tambah Kapasitas Jaringan dalam Hitungan Menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian perusahaan tampaknya mulai melakukan konvergensi IT dan jaringan dalam menghadapi era data explosion. 

Bagi operator XL Axiata, lonjakan trafik data merupakan sebuah tantangan untuk tetap menghadirkan layanan seluler yang stabil. 

Untuk menghadapi hal itu, XL mengadopsi teknologi NFV yang mengonvergensikan IT dan jaringan pada core. Teknologi ini dinilai menjadi salah satu jawaban agar adaptif terhadap perubahan. 

Ditemui Tekno Liputan6.com saat media update teknologi jaringan di Jakarta, Jumat (22/4/2016), secara sederhana, Vice President Network Planning XL Budi Harjono, menjelaskan teknologi NFV memampukan perusahaan untuk mengatasi lonjakan trafik tinggi dalam hitungan menit. 

"Misalnya, estimasi yang mudik ke Yogyakarta mencapai 1.000 orang. Ternyata, yang datang 1.200 orang. Kapasitas tidak mencukupi. Nah, kami akan 'ambil' kapasitas dari daerah yang utilisasi kapasitasnya rendah, seperti Jakarta. Sistemnya nanti menggunakan server (cloud) untuk berbagi (sharing)," ujarnya. 

Budi berujar, sebelum teknologi ini ada, XL memiliki struktur jaringan yang terbagi dalam beberapa lapisan (layer). Ini membuat operator dengan 41 juta pelanggan tersebut membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan masalah kekurangan kapasitas di atas. 

"Dengan teknologi NFV, core-nya dikonvergensi lebih sederhana sehingga penanganan lebih cepat. Kami tak perlu waktu berbulan untuk beli kapasitas untuk mengatasi lonjakan trafik. Dampak terhadap pelanggan adalah kualitas layanan tetap stabil," jelasnya.  

Selain itu, keuntungan lain dari adopsi teknologi NFV adalah hemat ruang dan efisiensi biaya. Perlu dicatat,  lanjut Budi, apabila trafik naik, kapasitas pasti naik. Ini akan mendorong penambahan investasi. 

"Efisiensi atau penghematannya bisa mencapai 30-40 persen. Teknologi ini dapat mengantisipasi lonjakan trafik layanan apapun, baik 2G, 3G, dan 4G," katany.

Siap Hadapi Data Explosion

Direktur XL Axiata, Yessie D Yosetya, mengungkap bahwa kini pelanggan menuntut lebih terhadap layanan mereka digunakan.

"Dulu, mereka dapat koneksi saja sudah cukup. Sekarang, mereka komplain soal sulitnya akses ke aplikasi. Mereka menuntut experience lebih," ujarnya di kesempatan sama.

Bagi perusahaan, teknologi ini sangat membantu pada situasi atau kondisi tertentu, misalnya hari raya Idul Fitri yang selalu mengalami lonjakan trafik layanan seluler.

"Saat ini saja, trafik data di jaringan kami mencapai 1,3 Petabyte (PB) per hari. Nah, Lebaran tahun ini trafiknya bisa naik 30 persen menjadi 1,75 PB," ungkapnya.

Anak usaha Axiata Group Berhad ini mengaku siap menghadapi era data explosion. 

(Cas/Isk)