Sukses

Melongok Megahnya Cincin Planet Saturnus

Liputan6.com, California - Saturnus merupakan Planet terbesar kedua di Tata Surya setelah Jupiter. Ada banyak sisi menarik yang bisa dikupas dari ekosistem Planet ini. Salah satunya adalah cincin yang mengitari Saturnus yang kini tengah ditelisik NASA.

Seperti dikutip laman Mirror, Kamis (14/4/2016), pesawat luar angkasa milik NASA, Cassini, yang ditugaskan mengitari orbit Saturnus, baru saja merilis beberapa gambar terbaru yang memperlihatkan kemegahan cincin yang mengitari planet tersebut.

Foto itu memperlihatkan beberapa sisi Cincin Saturnus yang begitu besar. Sampai-sampai, penampakan Bulan Saturnus yang bernama Dione tampak begitu kecil di sudut kiri bawah foto.

Kumpulan foto dengan resolusi terbaik ini diambil pada 19 Februari 2016 lalu. Saat itu Cassini mengabadikan penampakan Saturnus dengan kondisi di mana bagian utara Planet terkena sinar matahari.

Badan Antariksa Amerika Serikat ini memberikan gambaran bahwa foto tersebut diambil dari jarak 1,9 juta kilometer dari Saturnus. Diungkapkan, letak Dione berada tak jauh dari Saturnus, yaitu berjarak 1.123 kilometer saja.

“Ketika Cassini mengambil foto tersebut, kutub utara Saturnus berada dalam pencahayaan yang baik,” kata NASA dalam keterangan tertulis.

Meski memiliki ukuran begitu besar, cincin Planet tersebut rupanya sangat tipis. Diketahui, cincin Saturnus terbuat dari partikel es, debu dan bebatuan.

Bahkan sebelumnya terungkap bulan dalam (inner moon) dan cincin Saturnus sebenarnya ciptaan yang relatif modern. Hal tersebut disampaikan oleh para peneliti dari Search for Extra-terestrial Intelligence Institute (SETI), melalui sebuah model komputer baru.

Temuan ini merujuk pada analisis data orbital dari bulan di Saturnus. Pada dasarnya, karena Saturnus memiliki begitu banyak bulan terbang di sekitarnya, mereka harus berbagi ruang. Artinya, orbit-orbit bulan ini saling memengaruhi. Dengan berjalannya waktu, orbit-orbit tersebut pun melebar dan tumbuh.

Berdasarkan logika tersebut, bulan-bulan muda seharusnya memiliki orbit berbeda, lebih lumrah daripada bulan-bulan yang lebih tua.

(Jek/Why)