Sukses

Momentum 4G, XL Dongkrak Layanan Mobile Advertising

Liputan6.com, Jakarta - Setelah mengomersialisasikan layanan 4G di puluhan kota di Indonesia, XL bersiap memanfaatkan layanan internet cepat tersebut untuk mendorong layanan digital, seperti mobile advertising. 

Untuk itu, XL akan mendongkrak layanan mobile advertising miliknya -- yakni AdReach -- karena layanan 4G dinilai dapat memaksimalkan kualitas format video dan gambar. Dengan begitu efektivitas penyampaian pesan bisa ditingkatkan. XL tak ragu mematok target tinggi untuk tahun mendatang.

Direktur Digital Services XL, Ongki Kurniawan mengatakan, "Visi kami pada layanan mobile advertising adalah menjadi media agnostic atau bebas, yang dapat melayani brand secara end-to-end," katanya dalam siaran rilis kepada tim Tekno Liputan6.com, Senin (30/11/2015). 

Lanjutnya, XL akan mengembangkan solusi digital yang efektif melalui AdReach. Dengan mengkombinasikan keunggulan teknologi telekomunikasi dengan media sosial, target secara profil dan segmen akan lebih tajam dan terukur. 

Ongki menilai kehadiran layanan 4G akan sangat berpengaruh dalam pengembangan layanan mobile advertising karena keberadaan akses internet akan mempermudah penyampaian iklan pada target pasar yang dituju.

Beberapa keunggulan pada layanan AdReach XL di antaranya dapat mengetahui siapa yang akan disasar, waktu yang disesuaikan dengan objective brand, serta hasil lebih effektif yang dapat diukur dan dianalisis. 

Baca Juga

Saat ini, tak kurang dari 3.000 brand telah memanfaatkan layanan iklan digital AdReach dari XL. Sebagian di antaranya adalah brand ternama dari 6 kategori bisnis utama, antara lain consummer good, elektronik, otomotif, e-commerce, travel, dan perbankan.

Selain itu, XL juga melayani Usaha Kecil Menengah (UKM), di mana ada sekitar 300 UKM yang telah memanfaatkan layanan tersebut. Adreach juga sudah bekerja sama dengan beberapa komunitas untuk membantu UKM dalam beriklan. Sebagai contoh, Komunitas Tangan di Atas (TDA), HIPMI, Bank Perkreditan Rakyat, dan Gopher (periklanan Google).

(cas/isk)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS