Sukses

5 Lubang Hitam Berbahaya Ditemukan di Luar Angkasa

Liputan6.com, Washington DC - Bukti adanya populasi lubang hitam supermasif yang tersembunyi di luar angkasa baru-baru ini ditemukan oleh sekelompok astronom.

Dengan menggunakan alat pengamat satelit Nuclear Spectroscopic Telescope Array (NuSTAR) milik NASA, tim astronom yang juga merupakan ilmuwan internasional ini mendeteksi sinar X energi tinggi dari lima lubang hitam supermasif yang dulunya dihalangi dari pandangan oleh debu dan gas.

Mengutip laman Earth Sky, Rabu (8/7/2015), penelitan yang dipimpin oleh astronom di Durham University Inggris tersebut mendukung teori yang menjelaskan dimana sebenarnya jutaan lubang hitam supermasif `hidup` di luar angkasa.

Namun, lubang hitam tersebut tidak bisa ditemukan secara kasat mata karena tersembunyi oleh senyawa debu dan gas. Teori ini juga dipresentasikan pada Pertemuan Astronomi Nasional Royal Astronomical Society di Llandudno, Wales.

Awalnya, sekitar sembilan lubang hitam supermasif diduga tersembunyi dan bahkan disinyalir sangat aktif di pusat galaksi. Oleh karena itu, para astronom langsung mengarahkan NuSTAR untuk mendeteksi sinar X energi tinggi, dan akhirnya ditemukan lima lubang hitam yang benar-benar hidup namun terhalang oleh partikel debu dan gas.

Para astronom tersebut mengungkap bahwa kelima lubang hitam ini justru lebih terang dan aktif daripada yang diperkirakan sebelumnya. Bahkan kelimanya mampu `menyedot` semua materi yang terbang di sekitarnya dan memancarkan radiasi yang begitu besar.

Tentunya, ditemukannya lima lubang hitam ini tidaklah sukses tanpa bantuan NuSTAR dengan teknologinya yang mampu mendeteksi sinar X jauh lebih tinggi dari observatorium satelit sebelumnya.

George Lansbury, seorang penulis dan mahasiswa pascasarjana di Centre for Extragalactic Astronomy, Durham University mengatakan bahwa ditemukannya kelima lubang hitam supermasif ini sebenarnya dibutuhkan waktu yang begitu lama.

Ia meyakini bahwa masih banyak lubang hitam lainnya yang tersembunyi dari pandangan manusia dan mampu memberikan efek radiasi yang berdampak besar di kehidupan luar angkasa.

Untuk saat ini, penelitian kelima lubang hitam tersebut tengah dilakukan. Bahkan, penelitian ini juga didanai oleh Science and Technology Facilities Council (STFC) dan akan dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal.

(jek/isk)

Loading