Liputan6.com, Jakarta - Modal terbatas seharusnya tak mematahkan semangat untuk membangun sebuah perusahaan rintisan (startup). Prinsip tersebut dipegang teguh oleh para pembuat aplikasi pesan instan kelas bisnis, Qiscus, hingga akhirnya mereka memiliki perusahaan startup sendiri.
Tim pengembang Qiscus yang terdiri dari empat orang bertemu sewaktu sama-sama menimba ilmu di Nanyang Technology University, Singapura. Mereka adalah Amin Nordin (Singapura), Delta Purna Widyangga (Indonesia), Muhammad Md Rahim (Malaysia) dan Evan Purnama (Indonesia).
Sekelompok pengembang muda ini menjalankan bisnis dengan modal awal sebesar S$ 65 ribu yang berasal dari kantong pribadi mereka. Tak lama berselang, Qiscus mendapat suntikan modal investasi S$ 100 ribu serta program investasi yang dalam proses sebesar S$ 250 ribu.
"Kita mulai menjalankan bisnis ini dengan modal awal dari patungan semua founder. Berikutnya baru kita dapat dari investasi pihak lain dari Singapura maupun Indonesia," ungkap Delta Purna Widyangga, CIO Qiscus.
Ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (21/4/2015), para pendiri Qiscus mengaku ada beberapa perusahaan yang ikut berinvestasi dalam pengembangan Qiscus antara lain Captii Sdn Bhd, Spaze Ventures Pte Ltd, PT Sinergitas Mandiri Infokom dan Henry Setiawan.
Rencananya, mereka akan kembali menjaring investasi yang ditanamkan dari berbagai lembaga penanam modal untuk memperkuat lini bisnis yang dijalankan.
"Kita berharap akan bisa mendapat tambahan investasi. Tapi sementara ini kita sedang berusaha mengembangkan bisnis dengan hasil pembayaran para pengguna dulu," tambah Delta.
Hingga saat ini, Qiscus telah dipakai lebih dari 250 perusahaan di Indonesia, Singapura dan Malaysia. Sedangkan jumlah akun pengguna Qiscus diklaim telah mencapai ribuan akun.
(den/dew)
Kembangkan Aplikasi Qiscus, Tim Pendiri Rogoh Kocek Sendiri
Modal terbatas seharusnya tak mematahkan semangat untuk membangun sebuah perusahaan rintisan (startup).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/670094/original/Rupiah-Terhadap-Dolar-AS-280414-zk-1.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Subholding Gas Tekan Emisi 29 Ribu Ton CO2 dari Efisiensi Energi19 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
- RPTRA Kebon Sirih, Oase Hijau di Tengah Padatnya Jakarta2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
- Sektor Kelistrikan Bidik Hidrogen dan Amonia untuk Tekan Emisi3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
- BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Produksi Mendominasi3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
- Cegah Perubahan Iklim, Badan Geologi Petakan Lokasi Penyimpanan Karbon3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)