Sukses

Ini Prioritas Kerja Kemkominfo di Bawah Arahan Rudiantara

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memiliki rentetan pekerjaan rumah, terutama pasca Rudiantara dilantik sebagai menteri di Kabinet Kerja Joko Widodo - Jusuf Kalla. Rudiantara memaparkan sejumlah prioritas Kemkominfo dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kominfo Tahun 2014 di Tangerang Selatan, Kamis (20/11)

Rudiantara ingin Kemkominfo merumuskan program pembangunan yang tepat, untuk optimalisasi peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Tanah Air. Program pembangunan itu antara lain seperti yang tengah dilakukan yaitu pembangunan infrastruktur sistem telekomunikasi backbone sampai dengan pembangunan sektor tersiernya.

Pada sektor primer, ada pembangunan Palapa Ring dan Fiber Optic Base, yang diperkuat oleh terbitnya Peraturan Presiden No. 96/2014 Tentang Rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019. Selanjutnya, kata Rudiantara, harus segera terealisasi pembangunan Jaringan Komunikasi Data Super Backbone.

Selain itu, pemerintah wajib berperan dalam membangun daerah-daerah terpencil dan kawasan perbatasan dengan menambah jumlah pemancar radio/TV dan jumlah BTS seluler.

"Kita lakukan koordinasi pengelolaan kawasan perbatasan tentang isu pemancar siaran, dan perundingan batas daya pemancar antar negara di kawasan perbatasan," kata Rudiantara dalam acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kominfo Tahun 2014, seperti dikutip dari keynote speech-nya di situs Kemkominfo, Jumat (21/11/2014).

2 dari 2 halaman

Kerjasama semua pihak

Namun Rudiantara mengingatkan bahwa pembangunan sektor TIK harus disertai dengan kesiapan sosial budaya masyarakat. Pada sisi lain, kemajuan pembangunan TIK juga perlu diimbangi dengan peningkatan peran pemerintah dalam melakukan komunikasi publik.

"Sering kali program pemerintah beserta hasil yang telah dicapai tidak diketahui atau tidak sampai kepada seluruh masyarakat di pelosok tanah air. Dalam menyikapi hal ini, perlu strategi komunikasi yang tepat," tuturnya.

Salah satu strategi tersebut adalah marajut kembali komunikasi antara pusat dan daerah. Misalnya, dengan bantuan Media Center untuk Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

Rudiantara juga mendorong implementasi e-Government sebagai pendukung kinerja pelayanan masyarakat selama 24 jam setiap hari. Salah satu contohnya adalah keberadaan website di pemerintah daerah kabupaten dan kota.

Ke depan, Kemkominfo akan memberikan kemudahan di bidang pelayanan dengan model perizinan terpadu satu pintu, sejalan dengan Perpres No. 97/2014. Sehingga nantinya masyarakat yang membutuhkan perizinan di bidang penyiaran, telekomunikasi, sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi, cukup hanya mendatangi satu unit layanan yang tersedia. Sehingga kepastian waktu layanan akan lebih terukur.

"Pelayanan terpadu satu pintu ini diharapkan dapat mendorong sektor lain untuk melakukan hal serupa dengan dukungan pembangunan broadband nasional. Melalui sarana ini, akses layanan masyarakat akan lebih luas dan menyentuh seluruh sektor seperti kemaritiman, pertanian, kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya," ungkapnya. (din/dhi)