Sukses

Fotografi Hantu, Misi Berburu Hantu dengan Kamera Digital

Liputan6.com, Jakarta - Hobi fotografi mungkin sudah lumrah, namun bila objek fotonya adalah hantu mungkin kegiatan fotografi yang satu ini menjadi cukup unik dan menegangkan. Ya, fotografi hantu.

Adalah Ghost Photography Community (GPC), komunitas fotografi yang berbasis di Depok ini memulai tren fotografi hantu sejak 15 November 2013 lalu.



Mickey Oxcygentri selaku pendiri GPC sedikit berbagi pengalaman berburu hantunya kepada tim Tekno Liputan6.com . Ia menceritakan sejumlah trik dan teknik yang harus dilakukan agar misi berburu pencitraan mahluk astral dapat berjalan dengan baik. Berikut petikan wawancara kami dengan Mickey.

***

Jenis kamera digital apa yang bisa dipakai untuk fotografi hantu?

Secara teknis semua kamera digital bisa digunakan untuk kegiatan fotografi hantu, termasuk kamera ponsel. Namun yang paling cocok adalah kamera digital jenis SLR.

Kalau kamera digital kompak (pocket) biasa, umumnya gambar yang sering tertangkap kamera adalah 'orbs', atau seperti bias cahaya yang muncul karena partikel debu, molekul serangga atau hal lainnya. Bukan penampakan hantu.




Apa yang membuat kamera DSLR lebih cocok dipakai daripada kamera pocket?

Kamera digital SLR cocok karena jarak flash dan lensa jauh. Hal ini mengurangi kemungkinan tertangkapnya orbs.

Bisa dijelaskan lebih detil lagi?

Wujud hantu atau mahluk astral serupa dengan pencitraan infra merah. Sebagai contoh, bila kita menekan tombol pada remote TV, maka nyala lampu pada indikator remote tidak akan tertangkap oleh pengideraan mata manusia. Akan tetapi bila dilihat dengan lensa kamera, nyala lampu indikator pada remote dapat terlihat.



Menurut kami wujud hantu atau mahluk astral sama dengan frekuensi inframerah, karena itu lensa kamera mampu menangkap wujud hantu.

Apa yang membuat Anda tergerak untuk membentuk komunitas fotografi hantu?

Tujuan kami membentuk komunitas ini adalah untuk mengilmiahkan hal-hal yang berhubungan dengan hantu. Hantu itu memang menakutkan, namun bukan untuk ditakuti. Kita harus tahu bahwa ada mahluk lain yang hidup berdampingan dengan kita. Keberadaannya bisa dideteksi dengan ilmu pengetahuan modern.

Anggota komunitas ini sudah ada berapa?

Meski belum memiliki banyak anggota -- sejauh ini baru ada 10 anggota, GPC cukup rutin menggelar acara hunting fotografi hantu di sejumlah daerah sekitaran Jabodetabek.

Kapan komunitas ini dibentuk?

Komunitas fotografi hantu dibentuk pada tanggal 15 November 2013. Awalnya saya hobi foto dengan genre atau tema modelling, lama kelamaan membosankan. Akhirnya saya membuat genre baru dalam dunia fotografi, dimana model atau subyek yang harus ditangkap oleh lensa adalah mahluk dari alam gaib. 

Loading