Sukses

Topik Terkait

    Bulan Ramadan 2026 kembali menjadi momentum emas bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan dan bagi masyarakat untuk mengelola keuangan. Pola konsumsi masyarakat biasanya meningkat, terutama pada produk makanan, minuman, dan kebutuhan ibadah, yang berdampak pada dinamika ekonomi.

    Dampak Ekonomi Ramadan 2026

    • Kenaikan Harga Daging: Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi akan naik sekitar 7%-15% menjelang Ramadan dan Lebaran 2026. Kisaran harga daging sapi paha belakang diperkirakan mencapai Rp143.000-Rp146.000. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan konsumsi di level rumah tangga, UMKM, dan acara keagamaan, dengan permintaan daging sapi yang bisa mencapai 58% pada H-30 hingga H+7 Lebaran.

    • Peluang Bisnis Kuliner: Momentum Ramadan menghadirkan lonjakan kebutuhan makanan berbuka yang praktis, manis, dan mudah dikonsumsi. Ide jualan takjil variasi donat, misalnya, selalu menjadi topik menarik dan memiliki potensi besar bagi pelaku usaha rumahan hingga UMKM.

    Inspirasi Usaha dan Tren Penjualan

    Industri fesyen juga mengalami lonjakan permintaan menjelang Ramadan, terutama di era discovery e-commerce di mana video singkat dan live streaming mempermudah konsumen menemukan produk. Brand fesyen lokal seperti Sakura Baru berhasil meraup omzet besar dari penjualan mukena berkualitas premium melalui platform seperti TikTok Shop, dengan sekitar 85% omzet penjualan daring mereka berasal dari platform tersebut. Hal ini menunjukkan pentingnya memanfaatkan platform digital dan affiliate content creator untuk mempromosikan produk.

    Memahami tren pasar dan memanfaatkan platform yang tepat dapat menjadi strategi sukses bagi para pelaku usaha di bulan Ramadan.