Sukses

Informasi Agenda

  • Jenis AgendaPerayaan Keagamaan
  • Pelaksana AgendaUmat Muslim
  • Tanggal Agenda (Hijriyah)1-29/30 Ramadan
  • Tanggal Agenda (Masehi)24 April - 24/25 Mei
  • KegiatanPuasa, Zakat, Tarawih, dan Tadarus
Topik Terkait

    Bulan Ramadan, bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, merupakan waktu yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat Islam diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa (saum), menahan diri dari makan, minum, serta segala perbuatan yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa Ramadan adalah salah satu dari lima Rukun Islam yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan kedisiplinan diri.

    Ramadan juga dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur'an, bulan penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan, di mana pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan doa-doa lebih mudah dikabulkan. Selain puasa, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah lain seperti salat tarawih, membaca Al-Qur'an (tadarus), bersedekah, dan menunaikan zakat. Bulan suci ini juga menjadi momentum penting bagi aspek ekonomi dan gaya hidup, dengan munculnya berbagai peluang usaha serta perubahan pola konsumsi masyarakat.

    Panduan lengkap ini akan membahas berbagai aspek penting seputar bulan Ramadan, mulai dari jadwal resmi penetapannya, fiqih dan amalan ibadah yang dianjurkan, tren gaya hidup dan kuliner, dampak ekonomi dan inspirasi usaha, hingga tips menjaga kesehatan selama berpuasa. Dengan memahami dan mempersiapkan diri secara menyeluruh, umat Muslim dapat memaksimalkan ibadah dan meraih keberkahan di bulan yang mulia ini.

    Sidang Isbat dan Jadwal Resmi Ramadan

    Penetapan awal Ramadan 2026 akan dilakukan melalui Sidang Isbat Kementerian Agama pada 17 Februari 2026, dengan perkiraan awal puasa pada 18 Februari 2026, serta adanya libur sekolah di beberapa daerah.

    Penetapan awal Ramadan secara resmi dilakukan melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Untuk tahun 2026, Sidang Isbat dijadwalkan pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 16.00 WIB, bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta. Sidang ini akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasarudin Umar, dengan mempertimbangkan laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan di Indonesia serta hasil perhitungan astronomi.

    Proses Sidang Isbat melibatkan tiga tahapan utama: pemaparan data hisab oleh tim ahli Kementerian Agama mengenai posisi hilal, dilanjutkan dengan pengecekan langsung di lapangan. Berdasarkan perhitungan kalender hijriah, awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026.

    Jadwal Libur Terkait Ramadan 2026

    • Libur Nasional: Hingga saat ini, pemerintah Indonesia tidak menetapkan libur nasional atau cuti bersama khusus untuk awal puasa Ramadan 2026. Libur nasional yang terkait dengan Ramadan biasanya adalah Hari Raya Idul Fitri.

    • Libur Sekolah: Mayoritas pemerintah daerah menetapkan libur sekolah selama dua hingga tiga hari sebagai masa adaptasi bagi peserta didik menjelang awal ibadah puasa.

    • Contoh Libur Sekolah Regional:

      • DKI Jakarta: Diperkirakan berlangsung lebih panjang, yaitu pada 16–20 Februari 2026, karena beririsan dengan cuti bersama Tahun Baru Imlek.

      • Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur: Diperkirakan menetapkan libur awal Ramadan pada 18–20 Februari 2026.

    Penetapan hari libur nasional dan cuti bersama untuk tahun 2026 telah diumumkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri (Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025), yang mencakup 17 hari libur nasional.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Ilustrasi puasa, buka puasa, sahur. (Background photo created by freepik - www.freepik.com

    Libur Awal Puasa 2026: Jadwal Lengkap dan Aturan Terbarunya yang Perlu Diketahui

    Sejumlah siswa berbaris mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila, di Halaman Monumen Pancasila Sakti, Jakarta, Minggu (1/10). Sejumlah pelajar mulai dari SD hingga SMA terpilih turut memeriahkan upacara ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

    Jadwal Libur Sekolah Ramadhan 2026 Resmi, Awal Puasa hingga Libur Lebaran

    Ilustrasi Penetapan 1 Ramadhan/Photo by xvector on Freepik

    Kapan Penetapan 1 Ramadhan 2026? Ini Jadwal Sidang Isbat untuk Penentuan Awal Puasa 1447H

    Fiqih dan Ibadah Ramadan

    Bulan Ramadan adalah waktu istimewa untuk meningkatkan ibadah seperti sedekah dan zakat fitrah, serta memahami fiqih penggabungan niat puasa wajib dan sunnah.

    Bulan Ramadan adalah periode yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan dan ibadah, di mana pahala dari setiap kebaikan dilipatgandakan. Memahami fiqih dan ibadah di bulan ini menjadi kunci untuk memaksimalkan keberkahan.

    Amalan Penting di Bulan Ramadan

    • Sedekah: Sedekah di bulan Ramadan memiliki kedudukan istimewa karena kemuliaan waktunya (syaraful zaman). Rasulullah SAW memberikan teladan dengan meningkatkan kedermawanannya secara drastis di bulan ini.

    • Zakat Fitrah: Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim sebagai rukun Islam dan penyempurna ibadah puasa.

    • Puasa Ayyamul Bidh: Meskipun merupakan ibadah sunnah yang dilakukan setiap bulan Hijriah, puasa ayyamul bidh (hari-hari putih) memberikan pahala dan melatih kedisiplinan diri, serta memiliki manfaat spiritual dan kesehatan.

    Konsep Tasyrik al-Niyyah (Menggabungkan Niat)

    Dalam fiqih Islam, konsep tasyrik al-niyyah memungkinkan seorang Muslim untuk memperoleh pahala dari dua jenis ibadah sekaligus melalui satu perbuatan yang sama. Dalam konteks puasa, ini berarti seseorang dapat menggabungkan niat puasa wajib (qadha puasa Ramadan) dengan puasa sunnah yang terikat waktu, seperti puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, Arafah, atau Asyura.

    Mayoritas ulama Syafi'iyah berpendapat bahwa penggabungan niat ini diperbolehkan dan sah, bahkan pelakunya diharapkan mendapatkan pahala dari kedua ibadah tersebut. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi umat Muslim untuk menunaikan kewajiban sekaligus meraih keutamaan puasa sunnah.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Ilustrasi kurma. (Image by azerbaijan_stockers on Freepik)

    Puasa Ayyamul Bidh, Lengkap Dalil hingga Keutamaannya

    Ilustrasi zakat fitrah. (Image by Freepik)

    Amalan Sedekah dan Zakat di Bulan Ramadhan 2026, Lengkap Panduan Praksisnya

    Ilustrasi Puasa. (Unsplash - Rauf Alvi)

    Bolehkah Qadha Puasa Ramadhan Digabung dengan Puasa Senin Kamis? Panduan Lengkap Menurut Fiqih Islam

    Gaya Hidup & Kuliner Ramadan

    Tren kuliner Ramadan 2026 menunjukkan pergeseran ke takjil sehat tanpa santan dan makanan praktis, membuka peluang usaha menjanjikan bagi pelaku bisnis makanan.

    Menjelang bulan Ramadan 2026, terjadi pergeseran signifikan dalam tren konsumsi masyarakat, khususnya dalam memilih menu berbuka puasa. Konsumen semakin mencari takjil yang tidak hanya lezat, tetapi juga sehat, ringan di perut, rendah gula, dan bebas santan. Perubahan ini menciptakan peluang besar bagi pelaku usaha kuliner.

    Tren Kuliner Ramadan 2026

    • Takjil Sehat Tanpa Santan: Pilihan ini membantu menjaga stamina tubuh setelah berpuasa tanpa menimbulkan rasa begah atau lonjakan gula darah drastis. Ide-ide takjil ini dapat menyasar pasar luas, termasuk pelaku diet, penderita diabetes, serta keluarga dan anak-anak.

    • Produk Praktis, Sehat, dan Bernilai Emosional: Tren Ramadan 2026 diprediksi tetap didominasi oleh produk-produk yang memenuhi kriteria ini. Konsumen tidak hanya membeli karena kebutuhan, tetapi juga kenyamanan dan kepercayaan.

    Ide Usaha Kuliner Menjanjikan

    Bulan Ramadan selalu menjadi momentum emas bagi pelaku usaha kuliner. Kebutuhan akan hidangan praktis dan sehat untuk berbuka puasa melonjak drastis, menciptakan peluang bisnis yang besar.

    • Jualan Sayur Serba Rp5.000: Menawarkan menu sayur siap santap atau siap olah dengan harga terjangkau Rp5.000 per porsi memiliki daya tarik kuat karena target pasarnya sangat luas.

    • Variasi Donat untuk Takjil: Donat tetap menjadi pilihan populer karena teksturnya yang empuk, rasa manis yang pas, dan fleksibilitas topping. Inovasi seperti donat mini atau donat dengan variasi unik dapat menjadi rebutan.

    Memahami peluang usaha yang tepat dan relevan dengan kebiasaan Ramadan menjadi kunci sukses untuk memaksimalkan keuntungan di bulan suci ini.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Ide jualan yang cepat laku saat Ramadan 2026 (Foto: Gemini AI)

    Jual Apa yang Cepat Laku di Bulan Ramadan 2026? 7 Ide Ini Patut Dipertimbangkan

    Minuman terakhir dengan perpaduan leci dan yoghurt adalah smoothie, resep dari Whish Affairs berikut bisa kamu coba (Foto: Unsplash.com/Denis Tuksar)

    7 Ide Jualan Takjil Sehat Tanpa Santan agar Ringan di Perut, Peluang Cuan Ramadan 2026

    Ide Jualan Sayur Matang Serba Rp3.000/Gemini AI

    20 Ide Jualan Sayur Serba Rp5.000 untuk Buka Puasa, Laris Manis, Praktis, dan Menguntungkan!

    THR dan Ekonomi Ramadan

    Ramadan 2026 diprediksi akan mengalami kenaikan harga daging sapi sekitar 7%-15% dan menjadi momentum emas bagi pelaku usaha fesyen serta kuliner musiman.

    Bulan Ramadan 2026 kembali menjadi momentum emas bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan dan bagi masyarakat untuk mengelola keuangan. Pola konsumsi masyarakat biasanya meningkat, terutama pada produk makanan, minuman, dan kebutuhan ibadah, yang berdampak pada dinamika ekonomi.

    Dampak Ekonomi Ramadan 2026

    • Kenaikan Harga Daging: Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi akan naik sekitar 7%-15% menjelang Ramadan dan Lebaran 2026. Kisaran harga daging sapi paha belakang diperkirakan mencapai Rp143.000-Rp146.000. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan konsumsi di level rumah tangga, UMKM, dan acara keagamaan, dengan permintaan daging sapi yang bisa mencapai 58% pada H-30 hingga H+7 Lebaran.

    • Peluang Bisnis Kuliner: Momentum Ramadan menghadirkan lonjakan kebutuhan makanan berbuka yang praktis, manis, dan mudah dikonsumsi. Ide jualan takjil variasi donat, misalnya, selalu menjadi topik menarik dan memiliki potensi besar bagi pelaku usaha rumahan hingga UMKM.

    Inspirasi Usaha dan Tren Penjualan

    Industri fesyen juga mengalami lonjakan permintaan menjelang Ramadan, terutama di era discovery e-commerce di mana video singkat dan live streaming mempermudah konsumen menemukan produk. Brand fesyen lokal seperti Sakura Baru berhasil meraup omzet besar dari penjualan mukena berkualitas premium melalui platform seperti TikTok Shop, dengan sekitar 85% omzet penjualan daring mereka berasal dari platform tersebut. Hal ini menunjukkan pentingnya memanfaatkan platform digital dan affiliate content creator untuk mempromosikan produk.

    Memahami tren pasar dan memanfaatkan platform yang tepat dapat menjadi strategi sukses bagi para pelaku usaha di bulan Ramadan.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Pekerja menyelesaikan jahitan mukena di Pinang, Kota Tangerang, Banten, Kamis (22/4/2021). Di bulan Ramadhan, produksi mukena di tempat tersebut meningkat 50 persen, dari 350 buah menjadi 700 buah per minggu dan dijual dengan harga Rp250 ribu hingga Rp500 ribu. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

    Cara Brand Fesyen Lokal Raup Cuan dari Penjualan Jelang Ramadan

    Ilustrasi Ide Jualan Takjil Varias Donat (Photo by Shayna Douglas on Unsplash)

    10 Ide Jualan Takjil Variasi Donat untuk Ramadan yang Unik dan Bakal jadi Rebutan

    Penjual daging sapi di pasar Kramat Jati saat menunggu pembeli, Jakarta, Jumat (23/10/2015). (Liputan6.com/Yoppy Renato)

    Harga Daging Diprediksi Melonjak Segini Ramadan dan Lebaran 2026

    Kesehatan Selama Puasa Ramadan

    Menjaga kesehatan selama puasa Ramadan memerlukan strategi pola makan dan aktivitas fisik yang tepat, termasuk cara menurunkan berat badan dan menghindari dehidrasi.

    Menjaga kesehatan fisik dan mental selama bulan Ramadan sangat penting agar ibadah puasa dapat terlaksana dengan prima. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bisa menjadi momentum ideal untuk mencapai berat badan ideal jika dilakukan dengan strategi yang tepat.

    Tips Kesehatan Selama Puasa Ramadan

    • Menurunkan Berat Badan: Menurunkan berat badan saat berpuasa memerlukan perencanaan matang dalam mengatur asupan makanan dan pola aktivitas fisik. Setiap pilihan makanan menjadi krusial untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup sekaligus menghindari penumpukan lemak.

    • Pola Makan Tepat: Menurut dokter spesialis gizi klinik, tujuan utama puasa adalah mencapai ketakwaan, dan untuk itu diperlukan tubuh yang sehat dan bugar. Pola makan dan aktivitas fisik harus disesuaikan dengan perubahan metabolisme tubuh saat puasa.

    • Hidrasi yang Benar: Kebiasaan minum air berlebihan saat imsak sering dilakukan untuk mencegah haus, namun cara ini tidak tepat. Lambung manusia memiliki kapasitas terbatas dan tidak dirancang untuk menerima cairan dalam jumlah besar sekaligus. Air perlu diminum secara bertahap agar penyerapannya optimal. Minum terlalu banyak air dalam satu waktu dapat memicu rasa tidak nyaman, mual, dan kembung.

    Dengan perencanaan yang baik dan pemahaman tentang kebutuhan tubuh, umat Muslim dapat tetap bugar dan sehat selama menjalankan ibadah puasa Ramadan.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Inilah 7 bisnis yang bisa kamu lakukan dengan modal kecil saat Ramadan. (Foto: Freepik/tirachardz)

    Jelang Ramadan, Dokter Gizi Jelaskan Pola Makan dan Aktivitas agar Tetap Bugar

    Dr Cut Hafiah menjelaskan bahaya minum berlebih saat imsak, di Kimaya Slipi Jakarta

    Ramadan 2026: Jangan Minum Berlebihan Saat Imsak, Ini Cara Tepat Cegah Dehidrasi

    Ilustrasi Mendukung Proses Penurunan Berat Badan Credit: Pexels.com/ShvetsProduction

    10 Cara Menurunkan Berat Badan saat Puasa yang Penting Diketahui, Efektif dan Sehat