Sukses

Topik Terkait

    Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pergerakan yang dinamis. Pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, Rupiah melemah hingga Rp 17.880 per dolar AS, mendekati level Rp 18.000, terutama setelah libur Idul Adha. Pelemahan ini dipicu oleh ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah dan peningkatan kebutuhan valas musiman, seperti pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen.

    Namun, Rupiah juga menunjukkan kemampuan untuk menguat. Pada Jumat sore, 12 Juni 2026, nilai tukar Rupiah menguat 129 poin atau 0,71% menjadi Rp 17.860 per dolar AS dari sebelumnya Rp 17.989. Penguatan ini didukung oleh sentimen domestik yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap fiskal, koordinasi yang lebih kuat antara Bank Indonesia dan pemerintah, kenaikan suku bunga acuan, serta data Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Mei yang relatif lebih baik dengan defisit yang terkendali.

    Peluang Rupiah menembus level Rp 18.000 per dolar AS masih terbuka jika faktor eksternal seperti dinamika geopolitik global belum mereda.