Sukses

Pemprov Jatim Suntik Dana Rp30 Miliar untuk Proyek Monumen Reog Raksasa Ponorogo

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucurkan bantuan keuangan daerah sebesar Rp30 miliar untuk pembangunan Monumen Reog Ponorogo (MRP), yang kini mulai tahap pembangunan di lahan bekas tambang gamping Desa Sampung Ponorogo.

Liputan6.com, Ponorogo - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucurkan bantuan keuangan daerah sebesar Rp30 miliar untuk pembangunan Monumen Reog Ponorogo (MRP), yang kini mulai tahap pembangunan di lahan bekas tambang gamping Desa Sampung Ponorogo.

"Untuk monumen Reyog itu kita bantu Rp30 miliar dari Bantuan Keuangan (BK) Pemprov (Jatim)," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (4/3/2023), dikutip dari Antara.

Namun karena biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan monumen berukuran raksasa itu besar, Khofifah menyarankan kepada Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko untuk mencari pendanaan dari pihak ketiga atau swasta.

Ini agar sarana dan prasarana penunjang untuk pendukung MRP semakin lengkap.

"Ada baiknya Pak Bupati untuk mencari yang mau bangun hotel di sini atau restoran atau bisa yang lainnya, nantinya jalur ini bisa terhubung dengan kawasan wisata Telaga Sarangan di Magetan," kata Khofifah.

Ground breaking untuk dimulainya pembangunan monumen reog Ponorogo. Jika sesuai kontrak lelang, pembangunan monumen yang diklaim lebih tinggi dari GWK tersebut akan selesai pada November 2024.

"Memang dari awal sebelum dilantik pak Bupati sudah pernah cerita terkait rencana pembangunan munumen yang diproyeksikan juga sebagai museum peradaban," kata Khofifah.

Dalam kesempatan itu, di samping seluas lima hektare mulai awal 2023 hingga akhir 2024.

"Mudah-mudahan minggu depan ground breaking-nya diseremonikan kecil di sini akan segera terbangun dan 2024 akhir sudah selesai," katanya.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Sedot Dana Rp84 Miliar

Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan membangun monumen reog raksasa setinggi 126 meter, lebih tinggi dari Garuda Wisnu Kencana (GWS) di Bali. Proyek ambisius ini dianggarkan bakan menyedot dana Rp84 miliar lebih.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko detailed engineering design (DED) proyek tahun jamak tersebut akan digarap oleh akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

"Yang mendesain ITS yang mengerjakan DED-nya juga ITS. Sudah direncanakan," kata Sugiri, Selasa (13/12/2022).

Untuk pembiayaan, Sugiri menyebut bahwa pembangunan Monumen Reog tidak sepenuhnya di topang dari APBD Ponorogo, tetapi juga dibantu swasta dan Pemprov Jatim.

Sugiri mengklaim bahwa tinggi monumen Reog tersebut melebihi dari monumen Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali yang memiliki tinggi 105 meter.

Saat ini, setelah hampir setahun direncanakan dan dipersiapkan, Pemkab Ponorogo menerapkan pemenang lelang yang akan melaksanakan pembangunan Monumen Reog.

"Ada dua yang masukan penawaran yakni PT Widia Satria dan PT Sinar Cerah Sempurna, yang satu tidak masukan penawaran," kata Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Pemkab Ponorogo Budi Darnawan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.