Andien Aisyah Dirikan Sekolah Gratis, Modal dari Penjualan Royalti Lagu di NFT

Andien Aisyah dirikan sekolah gratis untuk anak pemulung sejak 2022 bermodal penjualan royalti lagu lewat NFT. Simak kisah inspiratif dan lokasi sekolahnya!

Jadi intinya...
  • Andien Aisyah mendirikan Sekolah Anak Percaya untuk anak pemulung sejak 2022.
  • Modal sekolah berasal dari penjualan royalti lagu 'Percaya' dalam bentuk NFT.
  • Sekolah ini telah berkembang di Pondok Kopi, Joglo, Jurang Mangu, dan Rawa Bebek.

Liputan6.com, Jakarta - Andien Aisyah mendirikan sekolah gratis untuk anak pemulung sejak 2022. Sekolah itu bernama Sekolah Anak Percaya, diambil dari judul lagunya sendiri. Modal pendiriannya berasal dari penjualan royalti lagu tersebut dalam bentuk NFT.

"Semenjak tahun 2022 itu adalah kali pertama aku mendirikan sebuah sekolah gratis untuk anak pemulung, namanya adalah Sekolah Anak Percaya. Nah, Sekolah Anak Percaya itu berasal dari laguku, judulnya 'Percaya'," ujar Andien Aisyah saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2026).

Lagu itu bercerita tentang orang yang tetap percaya pada mimpinya, meski tidak percaya pada dirinya sendiri.

"Lagunya adalah tentang bagaimana seseorang itu mau percaya kepada mimpinya di saat dia sendiri tidak percaya kepada dirinya. Kebayang, ya?," katanya.

Hasil Penjualan Royalti Lagu Rilisan Pandemi

Lagu itu dirilis saat masa Covid. Royaltinya dijual secara NFT, dan hasilnya dipakai untuk membangun sekolah.

"Nah, jadi karena waktu itu lagi zaman Covid, terus aku menjual lagu ini royaltinya secara NFT. Nah, waktu itu hasil dari NFT tersebut kemudian kami jadikan modal untuk mendirikan Sekolah Anak Percaya ini," ungkapnya.

Beberapa Titik Sekolah Gratis Milik Andien

Sekolah pertama berdiri di Pondok Kopi. Setelah itu, sekolah lainnya menyusul di Joglo, Jurang Mangu, dan Rawa Bebek.

"Nah, itu kali pertama itu didirikan di Pondok Kopi, di kampung pemulung Pondok Kopi. Lalu kemudian akhirnya ada juga di Joglo, ada juga di Jurang Mangu, yang keempat itu ada di Rawa Bebek," tuturnya.

Keinginan Mengambil Peran dan Jadi Solusi

Andien menyebut sebelumnya ada keraguan dari pihak lain untuk mengajar di kampung pemulung karena masalahnya berlapis. Ia pun memilih mengambil peran itu sendiri.

"Jadi akhirnya aku bilang, ya udah kalau memang belum ada solusinya, justru aku yang ingin menjadi solusinya, gitu. Yuk, kita cari solusinya bareng," pungkas Andien.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Mimpi Sheila Marcia yang Belum Tercapai: Ingin Belikan Rumah untuk Orang Tua