Mayangsari Ogah Mati Suri di Era Digital, Buktikan Eksistensi Lewat MST Production dan Lagu Baru

Mayangsari mengaku tidak ingin terjebak dalam kebanggaan atas pencapaian masa lalu.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mayangsari memilih terus berkarya di tengah perubahan industri musik yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital. Mayangsari membuktikan eksistensi dengan mengembangkan MST Production sekaligus merilis single terbaru berjudul "Selama Kita Bersama".

Mayangsari menyadari bahwa musisi perlu beradaptasi agar karya mereka tetap bisa menjangkau pendengar di tengah perubahan zaman. Menurutnya, perkembangan teknologi harus disikapi secara terbuka agar seniman dapat terus mengaktualisasikan kreativitas.

"Menurut saya kita memang harus berjalan beriringan dengan teknologi. Dunia masa kini tidak bisa lepas dari perkembangan teknologi. Siapa pun yang tidak mampu beradaptasi akan kesulitan mengaktualisasikan karya," ungkap Mayangsari di Kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026).

Mayangsari juga tidak ingin terjebak dalam kebanggaan atas pencapaian masa lalu. Mayangsari menilai, predikat sebagai penyanyi senior bukan alasan untuk berhenti belajar dan mengikuti perkembangan industri musik.

"Dan saya kalau dibilang sampai sekarang mencoba untuk eksis, ya saya enggak boleh terlalu bangga lah ya. Maksudnya kalau bisa mengikuti perkembangan zaman kan lebih baik. Kami yang dianggap senior tidak mau scale up, ya akan mati suri. Mungkin karena dasarnya jiwa seni saya mengalir, apa pun yang terjadi saya mencoba mau tahu dan produktif," ujar dia.

Semangat tersebut mendorong Mayangsari mengembangkan MST Production sebagai wadah untuk melanjutkan aktivitas bermusiknya di tengah perubahan pola konsumsi hiburan. Ia mulai merintis langkah tersebut pada masa pandemi, ketika keterbatasan aktivitas membuatnya mencari cara agar tetap bisa bernyanyi dan berkarya.

"Dari 2023. Pas lagi pandemi ya. Berangkat dari dunia seni yang kental, kita enggak ngerti, keluar takut sakit, karena waktu itu kan. Jadi ya sudah deh, dengan membuat channel, buatlah saya musik di sana. Tapi ternyata tidak semudah itu, ada aturan yang harus dijalankan. Tapi saat itu di pikiran saya gimana caranya Mayangsari tetap bernyanyi di saat pandemi," kenangnya.

Mayangsari dan MST Production

 

Dalam menjalankan MST Production, Mayangsari juga terus mempelajari perkembangan regulasi dan hak cipta yang berlaku. Ia berupaya memadukan pemahaman terhadap aturan modern dengan nilai-nilai yang diwariskan para musisi terdahulu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Saya menjalankan MST dengan mengikuti berbagai kemajuan dan kearifan terkini, sembari tetap menyisipkan kebijaksanaan dari masa lalu. Nilai-nilai empati yang tumbuh dari semangat para musisi era terdahulu tetap menjadi kekayaan, bahkan nilai tambah dalam melengkapi tata aturan yang berlaku saat ini," jelasnya. Penerapan teknologi juga terlihat dalam proses produksi video musik "Selama Kita Bersama". Mayangsari melibatkan tim MST Production, termasuk Farid yang bertindak sebagai sutradara dan Danang sebagai editor, dengan memanfaatkan teknologi green screen untuk membangun visual klip. "Saya lah pastinya. Menurut saya ini bukan satu hal yang baru. Teknologi itu apa sih, Bang Farid ini part of MST Production. Di luar itu dia sutradara film. Kalau Mas Danang ini juga part of MST, dia editor. Kita hanya pakai green screen," urainya. Selain memproduksi karya musik, Mayangsari memanfaatkan kanal YouTube MST Production untuk menjaga kedekatan dengan para penggemar. Ia menghadirkan program Music Show Mayangsari dan Acoustic Show Mayangsari sebagai ruang untuk terus bernyanyi sekaligus mempertahankan eksistensinya di ranah digital.

Halaman
Show All
m.altaf.jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Copy Link
Batalkan