Serafesya Rilis  Single Hey, Curhatan Rindu yang Ditulis Sejak Remaja

Lewat lagu HEY, Serafesya ingin pendengarnya merasakan sensasi seperti sedang mengobrol santai hingga larut malam.

Diterbitkan 02 Juni 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Serafesya rilis single ketiga berjudul "HEY" tentang rindu dan keinginan dekat seseorang.
  • Lagu "HEY" bergenre indie pop/bedroom pop, personal, dan ditulis sejak usia 15 tahun.
  • Visual "HEY" berkonsep scrapbook, rilis 1 Juni 2026 di berbagai platform musik digital.

Liputan6.com, Jakarta - Serafesya menunjukkan eksistensinya di industri musik Tanah Air, dengan terus aktif meluncurkan karya. Penyanyi ini secara resmi merilis single ketiga berjudul "HEY", yang menggambarkan perasaan rindu dan keinginan sederhana untuk selalu berada di dekat seseorang.

"HEY" menjadi kelanjutan dari dunia musik yang sebelumnya Serafesya bangun melalui lagu "Rooftop" dan "U Can Have Him". Di lagu ini, ia mencoba menghadirkan sisi yang lebih personal dan terasa jauh lebih ringan dibandingkan dengan karya-karya sebelumnya.

Lagu "HEY" mengusung genre indie pop dan bedroom pop yang memberikan nuansa hangat. Serafesya ini ingin pendengarnya merasakan sensasi seperti sedang mengobrol santai saat larut malam melalui lagu tersebut.

“Aku suka lagu yang terdengar seperti pikiran random seseorang jam 2 pagi. Dan ‘HEY’ kurang lebih lahir dari perasaan itu.” ujar Serafesya kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/6/2026).

Lirik HEY Ditulis Sejak Lama

Proses penulisan lagu "HEY" sebenarnya sudah dimulai sejak lama, sebelum akhirnya siap untuk diperdengarkan kepada publik secara luas. Serafesya mengungkapkan bahwa ia telah menciptakan barisan lirik lagu ini sejak masih menginjak usia 15 tahun.

Meskipun sempat tersimpan lama sebagai draf di dalam catatan suara, lagu tersebut tetap mempertahankan keaslian emosinya yang jujur. Rekaman awal yang hanya berupa voice note itu kini menjadi pondasi utama dalam menciptakan atmosfer musik yang sangat intim.

Nuansa Manis, Berujung Kejutan

Kemampuan bercerita Serafesya dalam lagu ini tidak lepas dari latar belakangnya yang aktif di dunia seni peran serta berbagai kompetisi musik. Pengalaman dalam teater musikal membantu penyanyi ini membangun emosi yang terasa personal bagi pendengar.

Walaupun didominasi oleh nuansa manis dan dreamy, lagu ini menyimpan kejutan emosional pada bagian pengujung aransemen. Suasana musik perlahan berubah menjadi lebih intens dan penuh tenaga tepat saat memasuki bagian bridge.

Konsep ala Scrapbook

Melengkapi keindahan lagunya, Serafesya menyiapkan konsep visual yang estetikanya sangat berjiwa muda. Penggunaan warna-warna lembut dalam visualnya sengaja dirancang agar menyerupai halaman buku kenangan atau scrapbook yang penuh memori.

Lewat karya terbarunya ini, Serafesya ingin menunjukkan sisi kejujuran dari sebuah perasaan yang tak terucapkan. Lagu "HEY" sendiri sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital sejak 1 Juni 2026.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Arie Untung Berduka, Ayahanda Meninggal Dunia

Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan