Balinale 2026 Umumkan 10 Dewan Juri, Termasuk Shanty dan Marcella Zalianty dari Indonesia

Balinale 2026 umumkan dewan juri yang diperkuat 10 seniman dalam dan luar negeri. Lima di antaranya dari Indonesia termasuk Marcella Zalianty dan Shanty.

Diterbitkan 29 Mei 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
  1. Divia, disutradarai Dmytro Hreshko (Polandia, Ukraina, Belanda)
  2. The Madness of Moonlight, disutradarai Leigh-Ann Beverley (AS)
  3. The Rain Won't Let Us Fly, disutradarai Ignacio Marín dan Rubén Díez (Spanyol)
  4. The Designer Is Dead, disutradarai Gonzalo Hergueta (Spanyol)

Short Narrative dan Short Documentary

Short Narrative:

  1. Close Your Eyes Hind, disutradarai Amir Zaza (Belanda)
  2. Ali, disutradarai Adnan Al Rajeev (Bangladesh, Filipina)
  3. Jasmine. Home. Mother., disutradarai Ugnė Skonsmanaitė (Lituania, Inggris, AS)
  4. Vultures, disutradarai Dian Weys (Prancis, Afrika Selatan)
  5. The Spectacle, disutradarai Bálint Kenyeres (Prancis, Hongaria)
  6. Psychopomp, disutradarai Kit Harington (Inggris)
  7. Life Goes On, disutradarai Kat Butterfield dan Daniel Audritt (Inggris)
  8. Lip Balm, disutradarai Kwangsik An (Korea Selatan)

Short Documentary:

  1. Actually, I Didn't Want to Stay Long, disutradarai Andreas Grützner (Jerman)
  2. The Tuners, disutradarai Pawel Chorzepa (Polandia)
  3. The Revolution Against Death, disutradarai Joshua Lincoln Oppenheimer (Denmark)
  4. Grappling Grace, disutradarai Alexander Kiehl dan Misha Novak (Inggris)

Short Animation:

  1. The Magician, disutradarai Bogdan Muresanu (Kroasia, Prancis, Rumania)
  2. Jailbirds, disutradarai Thomas Villepoux (Belgia, Prancis)
  3. Lifetime Warranty, disutradarai Daniel Lobos (Chile)
  4. Anyone Lived in a Pretty How Town, disutradarai Daniel Kreizberg (Lituania, Monako, AS)
  5. White Hare, disutradarai Inkyu Jee (Korea Selatan)
  6. Chère Fin, disutradarai Khéma Cousin, Lien Franckel, Laora Le Boursicot, Alissende Masson, Joséphine Mournier, dan Clément Saden (Prancis) 

Lebih dari Sekedar Pemutaran Film

Diberitakan sebelumnya, selain pemutaran film, Balinale menghadirkan program pengembangan talenta dan kolaborasi kreatif global. Dihubungi jurnalis, Jumat (1/5/2026), Pendiri sekaligus Festival Director Balinale, Deborah Gabinetti, membenarkan.

“Balinale lebih dari sekedar pemutaran film. Ini ruang untuk membangun koneksi antar-budaya, antar-komunitas, dan antara manusia dengan cerita yang bermakna,” Deborah Gabinetti menjelaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan