Pedangdut Jenita Janet mengeluh mengalami sakit di bagian pinggulnya. Ia menduga, sakitnya ini adalah efek dari seringnya Janet bergoyang dengan high heels (sepatu hak tinggi) saat menghibur penonton di atas panggung.
"Bagian pinggul saya sakit sekali. Bahkan terasa panas dari kaki, betis sampai ke atas. Saya juga sudah fisioterapi karena banyak teman yang menyarankan seperti itu," bilang Jenita di Klinik Herbal Jeng Ana, Jalan TMP Kalibata I no1, Jakarta Selatan, Ahad (18/8/2013).
Tak ingin sakitnya kian parah, Jenita memeriksakan diri ke herbalis Jeng Ana. Sang pakar obat-obatan herbal ini menyayangkan Jenita yang terburu-buru memutuskan melakukan fisioterapi.
"Sebenarnya nggak boleh fisioterapi kalau belum ketahuan sakitnya. Itu bahaya sekali," kata Jeng Ana. Ia mendiagnosa, sakit pinggul yang dialami Jenita bisa terjadi karena beberapa hal, yaitu pengapuran di bagian tulang, efek traumatik karena pernah jatuh di masa kecil atau yang terakhir terlalu sering memakai high heels hingga membuat otot tegang.
Diagnosa Jeng Ana sesuai dengan kebiasaan Jenita yang memakai high heels kala mentas. "Soalnya bagaimana lagi, kan saya nyanyi dangdut harus goyang. Dan pakainya selalu high heels," ujar Jenita.
Jeng Ana menghimbau Jenita agar menjalani pengobatan karena dikhawatirkan kalau dibiarkan begitu saja akan semakin parah. "Mungkin sekarang belum terjadi dan terasa apa-apa, tapi takutnya di masa tua nanti baru terasa," imbuh Jeng Ana. (Jul/Mer)
"Bagian pinggul saya sakit sekali. Bahkan terasa panas dari kaki, betis sampai ke atas. Saya juga sudah fisioterapi karena banyak teman yang menyarankan seperti itu," bilang Jenita di Klinik Herbal Jeng Ana, Jalan TMP Kalibata I no1, Jakarta Selatan, Ahad (18/8/2013).
Tak ingin sakitnya kian parah, Jenita memeriksakan diri ke herbalis Jeng Ana. Sang pakar obat-obatan herbal ini menyayangkan Jenita yang terburu-buru memutuskan melakukan fisioterapi.
"Sebenarnya nggak boleh fisioterapi kalau belum ketahuan sakitnya. Itu bahaya sekali," kata Jeng Ana. Ia mendiagnosa, sakit pinggul yang dialami Jenita bisa terjadi karena beberapa hal, yaitu pengapuran di bagian tulang, efek traumatik karena pernah jatuh di masa kecil atau yang terakhir terlalu sering memakai high heels hingga membuat otot tegang.
Diagnosa Jeng Ana sesuai dengan kebiasaan Jenita yang memakai high heels kala mentas. "Soalnya bagaimana lagi, kan saya nyanyi dangdut harus goyang. Dan pakainya selalu high heels," ujar Jenita.
Jeng Ana menghimbau Jenita agar menjalani pengobatan karena dikhawatirkan kalau dibiarkan begitu saja akan semakin parah. "Mungkin sekarang belum terjadi dan terasa apa-apa, tapi takutnya di masa tua nanti baru terasa," imbuh Jeng Ana. (Jul/Mer)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/32487/original/jenita-janet-ana-130819b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546410/original/018807200_1775296620-Cover___Lead.jpeg)