6 Potret Gusti Bhre Kunjungi DAS Pusur di Klaten, Ingatkan Menjaga Lingkungan Bagian dari Budaya

Menjaga lingkungan bagian dari budaya. Gusti Bhre menyebut Mangkunegaran sebagai pusat budaya, berupaya jadi contoh untuk hari ini dan masa depan.

Diterbitkan 08 Mei 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ia menambahkan, pelestarian dan pengembangan budaya yang dilakukan di Mangkunegaran sendiri berlangsung tiap hari. Basis utamanya kolaborasi dan partisipasi. Itu yang selalu didorong Gusti Bhre.

2. Memaknai Adem di Tengah Kemarau Panjang

Dari sub-DAS Pusur, mendengung semangat “Adem Itu Dilindungi, Bukan Diciptakan.” Gusti Bhre lalu memaknai kembali kata adem, ketika Indonesia dilanda kemarau paling panas dan panjang dalam 30 tahun terakhir. Menurutnya, adem itu dimulai dari diri sendiri.

“Adem itu dimulai dengan bagaimana kita melihat ke diri sendiri, mengoreksi diri, kurangnya di mana, baiknya di mana, dari situ ada keselarasan hati dan pikiran. Adem dimulai dari diri sendiri. Mindfulness, self awareness,” Gusti Bhre membeberkan.

“Kenapa harus adem? Ketika kita adem, lebih mudah untuk berpikir, mengambil keputusan, mengambil langkah, bertindak, itu menjadi lebih sadar dengan diri sendiri. Itu mulainya dari (pola pikir) yang adem,” ia menyambung.

 

3. Lingkungan Adalah Tanggung Jawab Tiap Individu

Dari cuaca ekstrem dan bencana yang melanda tempo hari, mestinya membuat kita makin wawas diri soal pentingnya menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dimulai dari hal-hal kecil. Gusti Bhre mengingatkan, lingkungan adalah tanggung jawab dari tiap individu.

Mangkunegaran sebagai salah satu pusat budaya di Indonesia menggemakan jaga lingkungan sebagai bagian budaya. Ini bukan tanpa alasan. “Lingkungan adalah tanggung jawab tiap individu, tiap orang hidup dalam lingkungan dan terdampak olehnya,” ucapnya.

“Apa yang dilakukan (manusia) tentu berdampak pada lingkungan. Saya percaya ini bukan soal Mangkunegaran, pihak A, B, atau C saja. Saya pikir kita semua bisa menjadi contoh untuk sekitar dengan skala berbeda-beda,” Gusti Bhre mengingatkan.

 

4. Peran Krusial Ekosistem Sungai

Lebih lanjut, Gusti Bhre menyorot air sebagai sumber kehidupan. Semua makhluk hidup di bumi ini, termasuk manusia di dalamnya butuh air hari ini, esok, dan seterusnya. Karenanya, kelestarian air menjadi isu krusial yang patut dikawal.

Senior Manager Public Affairs and Sustainability Aqua, Jeffri Ricardo, mengamini seraya menyebut, menjaga sungai bagian dari pendekatan yang lebih luas dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Kolaborasi salah satu kuncinya.

“Ekosistem sungai yang terjaga berperan penting dalam mendukung kesehatan lingkungan keseluruhan, termasuk sumber air tanah. Karena itu, kolaborasi dengan komunitas kunci untuk memastikan lingkungan tetap terjaga dan kualitas air dapat dipertahankan,” ungkapnya.

 

5. Kualitas Air dan Kebersihan Sungai

Pernyataan Gusti Bhre disambut hangat banyak pihak. Sekretaris Pusur Institute dan Perwakilan Penggiat Lingkungan Muda DAS Pusur, Lintang Eka Prakusya, menyatakan, keberlanjutan usaha masyarakat bergantung pada kondisi sungai. Itu sebabnya, kualitas air dan kebersihan sungai penting.

“Kalau sungainya bersih, orang mau datang, kegiatan bisa berjalan, dan masyarakat juga akan merasakan manfaatnya. Karena itu, menjaga sungai bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal keberlangsungan hidup kami,” Lintang Eka Prakusya memaparkan.

 

6. Konsistensi dan Kepedulian Bersama

Pada akhirnya, pengelolaan lingkungan secara konsisten menciptakan dampak lebih luas bagi kelestarian alam juga kesejahteraan masyarakat. Jeffri Ricardo menjelaskan, lewat kemitraan dengan komunitas, pihaknya terus mendukung upaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Dalam semangat Kaum Adem, kita diingatkan untuk ikut berkontribusi menjaga lingkungan dan alam di sekitar, bukan untuk kepentingan segelintir orang tapi kepentingan bersama. Sama halnya dengan apa yang sudah dilakukan teman-teman di DAS Pusur,” beri tahunya.

Kesimpulannya, lingkungan yang terjaga lahir dari konsistensi dan kepedulian bersama.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan