Di sisi kiri dan kanan pintu diletakkan patung tradisional bernuansa etnik dengan warna mencolok, yang berfungsi sebagai elemen aksen sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Selain itu, sebuah vas besar berwarna hijau berisi rangkaian bunga putih ditempatkan di dekat pintu, memberikan sentuhan segar dan kontras yang lembut terhadap dominasi warna gelap di sekitarnya. Keseluruhan elemen ini berpadu menciptakan suasana interior yang elegan, berkarakter, dan sarat nilai estetika budaya.
3. Lobi untuk Area Chill sambil Ngopi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498324/original/017152400_1770703708-Screenshot__8_.png)
Area lobi yang digunakan untuk chill sambil ngopi ini dirancang dengan suasana klasik dan bersejarah yang terasa hangat serta nyaman. Penataan furnitur berupa kursi kayu berlapis dudukan empuk dan meja bundar kecil menciptakan setting duduk yang santai dan intim, cocok untuk berbincang ringan atau menikmati kopi dengan tenang. Dinding berwarna gelap dihiasi foto-foto hitam putih tokoh bersejarah dalam bingkai ukiran klasik, dengan lambang Garuda Pancasila sebagai fokus utama, memberikan nuansa heritage dan kebangsaan yang kuat.
Elemen dekoratif seperti patung-patung bergaya klasik, lemari kayu antik, serta koper vintage memperkaya karakter ruang dan menghadirkan kesan nostalgia. Pencahayaan lampu gantung bergaya klasik dengan cahaya hangat semakin memperkuat atmosfer rileks dan elegan, menjadikan area lobi ini tempat yang nyaman untuk bersantai, ngopi, dan menikmati suasana yang tenang namun berkarakter.
4. Lorong Restoran Bernuansa Klasik Elektrik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498325/original/056000200_1770703708-Screenshot__10_.png)
Lorong restoran ini menghadirkan nuansa klasik-eklektik yang kuat, menyerupai galeri seni privat dengan atmosfer hangat dan dramatis. Dinding berwarna gelap dipenuhi bingkai lukisan, foto, dan memorabilia yang ditata rapat dari lantai hingga mendekati plafon, menciptakan kesan kaya cerita dan penuh karakter.
Elemen dekoratif seperti lampu gantung bergaya vintage, pajangan tanduk rusa, serta gramofon tua menambah sentuhan aristokrat dan nostalgia. Pencahayaan temaram yang terfokus menyorot karya-karya di dinding, sementara lantai kayu memberi keseimbangan hangat pada keseluruhan ruang. Lorong ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur sirkulasi, tetapi juga sebagai pengalaman visual yang imersif sebelum memasuki area makan utama.
Nuansa lorong restoran ini terasa hangat, klasik, dan sangat artistik, seperti memasuki rumah kolektor atau museum privat. Dominasi warna gelap pada dinding dipadukan dengan pencahayaan kuning keemasan menciptakan suasana elegan, intim, dan sedikit dramatis. Isi lorongnya sangat kaya: dinding dipenuhi lukisan, foto-foto lawas, dan karya seni dengan berbagai ukuran yang disusun rapat ala gallery wall.
Terdapat pajangan antik seperti gramofon, radio tua, patung, alat musik, hingga dekorasi tanduk rusa di bagian atas lorong yang memberi kesan vintage dan maskulin. Lampu gantung klasik di tengah lorong menjadi titik fokus visual, sementara lantai kayu menambah rasa hangat dan nyaman. Kehadiran furnitur klasik dan detail ornamen menunjukkan bahwa lorong ini bukan sekadar jalur lewat, tetapi bagian dari pengalaman ruang yang mengajak pengunjung menikmati cerita, sejarah, dan karakter kuat restoran tersebut.
5. Setiap Ruang Makan Dilengkapi Kamar Mandi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498326/original/000905500_1770703709-Screenshot__11_.png)
Konsep setiap ruang makan dilengkapi kamar mandi pribadi ini memberi kesan sangat eksklusif dan personal. Nuansanya tetap konsisten dengan area lain: klasik, artistik, dan sedikit dramatis. Kamar mandi tidak didesain steril ala fasilitas umum, melainkan menyerupai ruang kecil di rumah bangsawan atau butik hotel. Dinding bagian atas dihiasi deretan foto dan karya seni berbingkai gelap yang tersusun rapat seperti galeri mini, sementara cermin besar berbingkai ukiran klasik memperkuat kesan mewah dan mendalam secara visual.
Isinya cukup lengkap namun tetap ringkas: kloset, wastafel modern dengan meja kayu berornamen klasik, cermin besar, serta pencahayaan temaram yang hangat. Kontras antara keramik putih bersih di area bawah dan dinding gelap di atas menciptakan keseimbangan antara fungsi dan estetika. Kehadiran kamar mandi di setiap ruang makan ini menegaskan perhatian tinggi terhadap privasi, kenyamanan, dan pengalaman personal tamu—seolah setiap pengunjung diberi “ruang sendiri” yang utuh, bukan sekadar tempat makan.
6. Bingkai Foto Dewa19 Bersama Penonton/Fans
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498327/original/039086700_1770703709-Screenshot__12_.png)
Ahmad Dhani juga memajang bingkai foto besar berisi momen konser—angle dari atas panggung yang memperlihatkan lautan penonton. Frame-nya klasik dan mewah, jadi berkesan seperti galeri kenangan, bukan sekadar pajangan biasa.
Potret kebersamaan Dewa19 dan penonton ini memang terasa intim: bukan cuma soal tampil di panggung, tapi soal energi dua arah antara musisi dan fans. Dipajang di resto, rasanya seperti nostalgia yang “hidup”—makan sambil diingatkan betapa gilanya atmosfer konser.
7. Lampu Ruang Makan Bernuansa Vintage
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498328/original/078470000_1770703709-Screenshot__14_.png)
Lampu yang digunakan resto milik Ahmad Dhani itu mengusung desain klasik bernuansa vintage yang kuat, menghadirkan kesan artistik dan elegan. Lampu ini berupa lampu gantung dengan rantai besi berornamen yang mengingatkan pada gaya Eropa tempo dulu atau kolonial. Kap lampunya terbuat dari kaca buram berwarna putih dengan bentuk membulat dan berlapis, sehingga menghasilkan pencahayaan yang lembut dan hangat, tidak menyilaukan mata.
Rangka lampu didominasi warna hitam dengan sentuhan aksen emas, menciptakan perpaduan kesan mewah, maskulin, dan berkarakter. Ketika dipadukan dengan interior ruangan yang bernuansa gelap dan plafon bertekstur, lampu ini berfungsi sebagai titik fokus visual yang memperkuat atmosfer resto sebagai ruang bernuansa seni, nostalgia, dan musikalitas.
8. Meeting Room Eksklusif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498329/original/016670400_1770703710-Screenshot__16_.png)
Konsep meeting room di resto ini mengusung nuansa klasik, eksklusif, dan penuh nilai artistik, memadukan fungsi ruang diskusi dengan atmosfer galeri musik. Ruangan didominasi warna gelap dengan furnitur kayu solid dan sofa empuk berwarna biru tua yang memberi kesan nyaman sekaligus formal. Dindingnya dipenuhi bingkai foto, piringan hitam, sertifikat, serta koleksi arsip musik yang tersusun rapi, menciptakan suasana inspiratif dan sarat sejarah.
Kehadiran rak buku dan elemen audio menegaskan identitas ruang sebagai tempat bertukar gagasan kreatif, bukan sekadar ruang rapat konvensional. Secara keseluruhan, meeting room ini dirancang sebagai ruang privat yang hangat dan berkarakter, cocok untuk diskusi serius, brainstorming kreatif, hingga pertemuan bernuansa seni dan musik.
Ahmad Dhani mengungkapkan kepada Andre Taulany bahwa selama masa promosi, meeting room di Java Rock Dewa 19 Restography ditawarkan dengan harga minimum Rp3,5 juta untuk sekali sewa. Penawaran ini ditujukan untuk menarik minat pengunjung yang ingin mengadakan pertemuan dengan suasana eksklusif dan berstandar fine dining.
9. Tangga Bak Museum, Dipenuhi Bingkai Foto dan Poster
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498330/original/057556800_1770703710-Screenshot__18_.png)
Tangga restoran ini tampak sempit dan curam, menciptakan suasana yang intim sekaligus unik. Dinding di kiri dan kanan dipenuhi deretan bingkai foto dan poster beraneka ukuran dengan frame kayu dan warna gelap, memberi kesan galeri penuh nostalgia dan karakter.
Anak tangganya terbuat dari kayu dengan warna cokelat tua, dilengkapi pegangan sederhana yang menyatu dengan desain ruang. Pencahayaan terlihat redup namun hangat, membuat detail foto-foto di dinding semakin menonjol dan menghadirkan atmosfer klasik serta eksklusif, seolah pengunjung diajak “naik” bukan hanya secara fisik, tetapi juga menelusuri cerita dan sejarah yang melekat pada restoran tersebut.
10. Area Bar di Dalam Restoran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498331/original/095066400_1770703710-Screenshot__20_.png)
Konsep bar yang diusung restoran ini memadukan nuansa rock bar klasik dengan sentuhan budaya Jawa autentik, menciptakan karakter yang eklektik dan berani. Area bar didominasi material kayu solid dengan finishing hangat, dipadukan kursi bar bergaya rustic yang tampak artistik dan tidak seragam, memberi kesan santai namun berkelas.
Rak bar di belakang bartender dipenuhi botol minuman yang tertata rapi dan diterangi pencahayaan hangat, sementara dinding sekelilingnya dihiasi pigura, poster musik, dan elemen memorabilia yang kuat akan nuansa rock ‘n roll. Di sisi lain, kehadiran ornamen Jawa seperti lukisan tokoh tradisional, properti antik, serta detail dekorasi etnik memperkaya identitas ruang, sehingga bar ini terasa seperti ruang pertemuan antara budaya lokal dan gaya bar internasional—intim, ekspresif, dan penuh cerita.
11. Ruang bagi Pengunjung yang Ingin Mendengarkan Musik Kencang sambil Makan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498332/original/007448800_1770703712-Screenshot__22_.png)
Area yang cocok bagi pengunjung yang ingin benar-benar mendengarkan musik dengan volume kencang pada resto ini berada di bagian tengah hingga belakang ruangan, tepat menghadap ke arah panggung live music. Pada area tersebut, suara dari panggung dan speaker besar di sisi kiri dan kanan ruangan terdengar paling jelas dan kuat karena tata ruang yang terbuka dan memanjang mengarahkan suara langsung ke bagian tengah.
Sofa dan tempat duduk di area ini juga dirancang untuk menikmati pertunjukan musik secara maksimal, sehingga pengunjung bisa merasakan atmosfer dan getaran musik secara langsung. Selain itu, pada ruangan tersebut disediakan peredam agar suara musik tidak sampai ke area lain, sehingga tidak mengganggu pengunjung yang ingin suasana lebih tenang di bagian resto yang berbeda.
12. Menu Favorit di Java Rock
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498333/original/047999400_1770703712-Screenshot__24_.png)
Menu favorit di Java Rock adalah ribs, hidangan iga yang disajikan dengan tampilan menggugah selera dan kesan premium. Iga dimasak hingga empuk lalu dilapisi saus berwarna cokelat gelap yang tampak mengilap, menandakan rasa manis–gurih yang kaya dan meresap hingga ke dalam daging. Dagingnya terlihat mudah terlepas dari tulang, menunjukkan proses pemasakan yang matang dan lembut.
Sebagai pelengkap, ribs ini disajikan bersama mashed potato yang lembut dan creamy, jagung muda panggang yang memberi sentuhan manis alami, serta coleslaw ungu yang segar dan sedikit asam untuk menyeimbangkan rasa. Kombinasi ini membuat hidangan terasa lengkap: gurih dari iga, lembut dari kentang, manis dari jagung, dan segar dari salad. Secara keseluruhan, menu ribs ini cocok dinikmati sambil santai di Java Rock, apalagi ditemani suasana musik yang khas.
Ahmad Dhani juga mengatakan bahwa setelah di Kemang, Jakarta Selatan, Java Rock akan buka di Surabaya dalam kurun waktu 1-2 bulan dari sekarang. Seperti diketahui, suami Mulan Jameela itu memang berasal dari Surabaya, tak ayal jika ia berniat membuka Java Rock dalam waktu dekat.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Di mana lokasi Java Rock Dewa 19 Restography?
Java Rock Dewa 19 Restography berlokasi di Kemang Raya, Jakarta Selatan. Restoran ini mudah dijangkau karena berada di kawasan strategis yang terkenal dengan deretan restoran dan tempat hiburan.
2. Apa konsep utama Java Rock Dewa 19 Restography?
Restoran ini mengusung konsep restography, yaitu perpaduan antara restoran, fotografi, dan narasi sejarah. Konsep ini menghadirkan pengalaman kuliner sekaligus visual budaya dan sejarah, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati makanan tetapi juga cerita di balik setiap sudut restoran.
3. Berapa harga sewa meeting room di Java Rock selama promosi?
Ahmad Dhani menyebutkan bahwa selama masa promosi, meeting room di Java Rock ditawarkan dengan harga minimum Rp3,5 juta untuk sekali sewa. Ruangan ini dirancang eksklusif dengan nuansa klasik dan artistik, cocok untuk pertemuan bisnis atau diskusi kreatif.
4. Menu andalan apa yang harus dicoba di Java Rock Dewa 19 Restography?
Salah satu menu favorit di restoran ini adalah Ribs yang dimasak empuk dengan saus manis-gurih. Hidangan ini disajikan lengkap bersama mashed potato, jagung panggang, dan coleslaw segar, cocok untuk dinikmati sambil menikmati suasana musik live.
5. Apa keunikan interior dan dekorasi Java Rock Dewa 19 Restography?
Interior restoran menonjolkan nuansa klasik, artistik, dan heritage, dengan lorong bergaya galeri, foto-foto Dewa 19, patung tradisional, dan lampu vintage. Setiap ruang makan dilengkapi kamar mandi pribadi, sementara meeting room dan bar menghadirkan kombinasi artistik dan fungsional, menciptakan pengalaman eksklusif bagi pengunjung.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333114/original/023127400_1787732360-cek_fakta_sekolah_kedinasan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333293/original/079260900_1787741088-Add_a_heading.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333105/original/058967100_1787731972-Screenshot_2026-08-26_132052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498321/original/001123400_1770703707-Screenshot__23_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1305836/original/000066600_1470156158-ahmad-dhani.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324017/original/028793600_1786687987-g_2025_07_09_r_ahmad_dhani-20250709-011-busan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315806/original/008431700_1785898533-1200LIp6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5278173/original/041917900_1752056134-Gambar_WhatsApp_2025-07-09_pukul_15.38.55_cbc7aa75.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8725897/original/037599500_1782816056-top_ii.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259857/original/023967900_1781515696-063_1358319252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7686833/original/063789700_1780483581-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_3.57.57_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6316767/original/033447300_1779190893-WhatsApp_Image_2026-05-19_at_5.08.30_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5669127/original/039040200_1778418361-maia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565275/original/026617000_1777017041-IMG-20260424-WA0001.jpg)