Sang Ayah Sebut Lula Lahfah Pilih Sembunyikan Rasa Sakit, Tak Pernah Curhat Ke Keluarga

Ayah Lula Lahfah, Muhammad Feros, berusaha tegar menerima kenyataan bahwa putri tercintanya telah pergi untuk selamanya menghadap Sang Pencipta.

Diterbitkan 25 Januari 2026, 17:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman selebgram Lula Lahfah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026). Di tengah kesedihan keluarga dan kerabat yang hadir, sang ayah, Muhammad Feros, berusaha tegar menerima kenyataan bahwa putri tercintanya pergi untuk selamanya menghadap Sang Pencipta.

Muhammad Feros menyadari, segala sesuatu yang terjadi di dunia ini kehendak Tuhan. Namun ia tak memungkiri rasa kehilangan yang begitu dalam. "Ya, ini memang sudah takdir Allah, mau bagaimana lagi? Kita percaya sama Dia, tapi Allah lebih sayang sama dia," ujar Muhammad Feros usai pemakaman.

Di mata keluarga, Lula Lahfah dikenal sosok yang memiliki kepribadian hangat dan perhatian kepada orang-orang di sekeliling. Muhammad Feros mengenang putrinya bukan hanya anak yang penurut, tapi juga pribadi yang selalu memprioritaskan kebahagiaan keluarga.

"Dia anaknya baik, anak yang peduli sama keluarga, peduli sama orangtua. Kita juga lihat dia sama teman-temannya juga baik. Teman-temannya dekat, baik. Ya itu sih," kenangnya.

Rasa sayang orang-orang di sekitar Lula Lahfah terlihat jelas dari banyaknya pelayat yang memadati area pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir. Melihat antusiasme dan kehadiran sahabat serta kerabat, Muhammad Feros bersyukur dan meyakini putrinya menebar kebaikan semasa hidup.

"Ya benar, kelihatan di sini. Alhamdulillah ternyata Dula, terutama sama keluarga. Dula baik. Dula peduli. Dula sayang sama kita," tutur Muhammad Feros.

Di balik ketegaran tersebut, terselip penyesalan mendalam di hati Muhammad Feros terkait kondisi kesehatan putrinya sebelum meninggal. Ia mengungkap bahwa Lula Lahfah memiliki riwayat penyakit asam lambung atau GERD yang cukup parah dan sempat mengalami pembengkakan usus.

"Kalau firasat sih enggak, cuma kan ya kita tahu semua waktu tahun baru dia sempat masuk ke rumah sakit, beberapa hari. Jadi dia punya GERD, itu sudah yang sering kambuh. Sering kambuh terus dia juga ada pembengkakan di usus," jelasnya.

Itu Yang Sering Dikeluhkan

Muhammad Feros baru tahu Lula Lahfah kerap mengeluhkan sakit luar biasa di bagian perut kiri kepada teman-teman dekat, bukan kepada orangtuanya. Karenanya Muhammad Feros tidak dapat memberikan tindakan medis yang lebih maksimal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Itu yang sering dikeluhkan. Tapi dia enggak mengeluh sama keluarga, dia mengeluhnya sama teman-teman terdekat dia. Dia bilang sakit banget di perut bagian kiri gitu lo. Tapi kita enggak tahu gitu. Kalau kita tahu mungkin kita suruh dia berobat, mungkin ya kalau enggak di sini mungkin ke luar (negeri) gitu kan. Supaya bisa diobati seperti itu," Muhammad Feros menambahkan.

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan