SinemArt Remake Film My Wife is A Gangster, Faradina Mufti Jadi Sosok Tangguh Penuh Aksi

Faradina Mufti tunjukkan sisi tangguhnya lewat peran gangster perempuan di film kolaborasi SinemArt dan Korea Selatan.

Diterbitkan 13 November 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumah produksi SinemArt kembali membuat gebrakan di industri perfilman Tanah Air. Setelah sukses dengan deretan sinetron dan series populer, kini mereka tengah menyiapkan proyek film layar lebar bertajuk My Wife is A Gangster.

Film bergenre action comedy ini merupakan remake resmi dari film box office Korea Selatan berjudul sama yang sempat fenomenal di awal tahun 2000-an.

Kolaborasi antara rumah produksi dari Korea dan Indonesia ini diharapkan mampu menghadirkan kembali keseruan cerita dengan nuansa baru yang lebih segar dan dekat dengan penonton lokal.

Film My Wife is A Gangster versi Indonesia akan memadukan unsur aksi menegangkan dengan komedi cerdas yang dibalut gaya khas Indonesia. Cerita aslinya yang mengisahkan sosok perempuan tangguh di dunia gangster akan dikembangkan dengan pendekatan budaya dan dinamika sosial yang lebih relevan bagi penonton masa kini.

Adaptasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim produksi untuk menjaga esensi film orisinalnya sembari menghadirkan interpretasi yang lebih segar dan autentik.

Sosok Faradina Mufti dipilih sebagai pemeran utama yang akan memerankan karakter perempuan kuat dengan sisi emosional yang kompleks. Ia akan beradu akting dengan Dimas Anggara, Jerome Kurnia, dan Dimaz Andrean yang turut memperkuat jajaran pemain utama.

Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan dinamika baru dalam kisah penuh aksi dan humor ini. Dengan konsep yang ambisius dan kolaborasi lintas negara, My Wife is A Gangster siap menjadi salah satu film yang paling dinantikan oleh penikmat layar lebar Indonesia.

 

Antusiasme di Balik Proses Produksi

Sharad Sharan, produser dari rumah produksi SinemArt menyampaikan rasa bahagianya karena proses syuting film My Wife is A Gangster telah resmi dimulai sejak Jumat. “Kita dari hari Jumat mulai shooting hari pertama dan saya senang sekali,” ujarnya dengan antusias saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/11/20025).

>Ia berharap kolaborasi antara tim Indonesia dan Korea dapat menghasilkan karya yang menghibur sekaligus membawa napas baru bagi perfilman Tanah Air.

Dalam kesempatan yang sama, Jo Jin Kyu, sutradara asal Korea Selatan yang juga menjadi pengarah di film versi aslinya, turut membagikan pengalamannya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“My Wife is A Gangster adalah film debut saya di Korea,” ungkapnya. Ia merasa sangat senang bisa bekerja sama dengan tim produksi Indonesia. “Saya merasakan banyak hal yang tidak saya rasakan di Korea,” tambahnya. Bagi Jo, proyek ini bukan sekadar remake, tetapi juga bentuk kolaborasi lintas budaya yang penuh kehangatan dan semangat baru. Sutradara Jo juga menyampaikan harapannya agar film ini mampu menyentuh hati penonton Indonesia. Menurutnya, nilai kekeluargaan yang kuat di Indonesia sejalan dengan pesan utama film ini. “Film ini berbicara tentang bagaimana dua orang yang berbeda bisa bersatu dan akhirnya menjadi suami istri yang baik, disajikan dengan komedi sepanjang perjalanan dan sedikit aksi,” jelasnya. Sementara itu, pihak SinemArt menuturkan bahwa riset terhadap film ini telah dilakukan selama enam bulan sebelum produksi dimulai. “Film ini menarik sekali. Saat saya menontonnya sendiri, saya sampai tertawa-tawa di kursi benar-benar lucu,” ujar Sharad Sharan sambil tersenyum

Halaman
Show All
Zikrah Nur Amalah, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan