Piyu Padi Bahas Audio Dalam Musik: Suara Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Cara Merespek Karya Seni

Ada yang spesial dalam pembukaan Jakarta International Audio Video Show 2025. Jadi bintang tamu, Piyu Padi memperkenalkan diri sebagai generasi analog.

Diterbitkan 08 November 2025, 18:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ada yang spesial dalam pembukaan Jakarta International Audio Video Show atau JIAVS 2025 yang digelar Indonesia High End Audio Club (IHEAC) pekan ini. Piyu Padi hadir sebagai bintang tamu dan memberikan sambutan kepada audiens.

JIAVS 2025 digelar di Fairmont, Senayan, Jakarta, dari tanggal 7 hingga 9 November 2025. Dalam sambutannya, Piyu Padi hadir bersama dua personel Padi Reborn lainnya, Ari dan Yoyo. Ia mengenang kali pertama Padi terbentuk.

Berdiri sejak 1997, Padi menggebrak industri musik lewat lagu “Sobat” di album kompilasi Indie Ten rilisan Sony Music pada 1998. Setahun kemudian, mereka debut dengan album Lain Dunia yang melahirkan hit “Seperti Kekasihku” dan “Mahadewi.”

“(Band) kami sudah berusia 28 tahun sekarang. Hari ini, kami diundang JIAVS 2025 untuk mempresentasikan single terbaru Padi. Kami merasa sangat terhormat menjadi bagian dari IHEAC,” kata Piyu Padi dengan wajah semringah.

 

Kami Adalah Generasi Analog

Kepada Showbiz Liputan6.com, di Jakarta, Jumat (7/11/2025), Piyu Padi mengenang era menjual album jutaan kopi dalam format kaset dan CD. Proses produksi dikerjakan secara analog. Kini, industri musik dunia termasuk Indonesia memasuki era digital.

“Kami adalah generasi analog,” ujarnya. “Jadi kami tahu kualitas suara mana yang lebih baik karena kami generasi yang lahir dan mendengar lagu-lagu dari kaset analog. Karenanya kami ingin membawa lagi suara-suara analog di era ini,” Piyu Padi menyambung.

Meski industri audio kini serbadigital, belakangan banyak yang berburu suara analog. Tak heran sejumlah penyanyi merilis album lawas dalam bentuk vinil. Pencinta musik membeli dan menjadikan vinil “mesin waktu” untuk kembali ke masa lalu.

Piyu Padi memahami fenomena itu. “Kami ada sedikit pesan bahwa suara bukan sekadar teknologi, tapi bagaimana merespek karya seni khususnya musik,” ujarnya. Itu sebabnya Piyu Padi membawa suara-suara analog dalam karya terbaru.

 

The Future of Sound Adalah Digital

“Walaupun the future of sound adalah digital. Kita semua tak bisa menghindari kemajuan teknologi tapi beradaptasi dengannya. Tapi, semangat kita, the spirit of analog, tetap ada di hati para anggota Padi Reborn,” ungkap Piyu Padi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Salah satu bentuk adaptasi itu dilakukan Padi Reborn dengan merilis single atau album dalam format digital. Berikutnya, band dengan vokalis Fadly ini akan merilis vinil album debut, Lain Dunia seraya berharap publik menyambut hangat. JIAVS 2025 sendiri digelar di lantai 3, 16, dan 17 Fairmont Jakarta. Melibatkan 40 exhibitor dan 55 ruang pameran, JIAVS 2025 menampilkan ratusan produk audio-video terbaik dunia, dari perangkat analog klasik hingga inovasi digital mutakhir. Tema JIAVS tahun ini terdengar seksi, “What is The Future of Sound, Analog or Digital?” Suasana terasa makin asyik karena pembukaan JIAVS diwarnai sesi mendengar single baru Padi Reborn, “Ego” dari album anyar, Dua Delapan.

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan