Film Sampai Titik Terakhirmu, Kisah Nyata yang Bakal Bikin Banjir Air Mata

"Sampai Titik Terakhirmu", film drama yang terinspirasi dari kisah nyata Albi dan Shella hadirkan kekuatan cinta dan perjuangan.

Diterbitkan 05 November 2025, 15:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Film "Sampai Titik Terakhirmu" drama keluarga terinspirasi kisah nyata Albi dan Shella.
  • Produser fokus pada kehangatan keluarga dan perjuangan nyata, bukan dramatisasi berlebihan.
  • Aktor mendalami peran melalui riset langsung dan perubahan fisik/emosional karakter.

Liputan6.com, Jakarta - Satu lagi sebuah film diangkat dari kisah nyata. "Sampai Titik Terakhirmu", yang akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 13 November 2025 adalah drama keluarga dan cinta yang dibuat LYTO Pictures, yang mengangkat kisah  dan terinspirasi dari kisah nyata Albi Dwizky dan Shella Selpi Lizah.

Kisah mereka sudah banyak dibicarakan di media sosial dan membuat banyak orang terharu karena kejujuran hubungan mereka serta usaha mereka menghadapi masa-masa sulit bersama. Namun, tentu LYTO Pictures punya cara lain untuk menampilkan kisah ini dengan gaya mereka.

Produser Marcella Daryanani mengatakan, saat membuat film ini, mereka memperhatikan perasaan tokoh asli. Keluarga Albi dan Shella ikut terlibat sejak awal proses riset sampai pembuatan detail adegan agar cerita ini tetap menghargai kenyataan dan tidak berlebihan dalam menyajikan drama.

“Kami ingin penonton merasakan kehangatan dalam keluarga dan perjuangan yang nyata, bukan hanya melihat adegan sedih,” ujar produser Andi Suryanto saat konferensi pers di Plaza Senayan XXI, Selasa (04/11/2025).

Andi menyebut, tujuan utama film ini adalah memberikan pengalaman menonton yang terasa dekat.

Sebagai film drama pertama dari LYTO Pictures, proyek ini sangat penting bagi tim. Pendekatan kreatif dilakukan secara bersama-sama dalam penulisan, penyutradaraan, dan pemilihan aktor untuk menciptakan suasana emosional yang stabil, lembut, dan penuh makna.

Membangun Kedekatan

Sutradara Dina Jasanti menjelaskan, proses reading bersama keluarga menjadi dasar yang sangat penting untuk membangun kedekatan antar pemain. Adegan-adegan yang penuh emosional tidak hanya ditujukan untuk membuat orang menangis, melainkan untuk menunjukkan kepasrahan, keteguhan, dan saling menguatkan di dalam keluarga.

Itulah mengapa penulis skenario Evelyn Afnilia memilih untuk memusatkan alur cerita pada perkembangan kesehatan Shella, bukan hanya pada hubungan cinta.

“Karena ini kisah nyata, fokus kami bukan pada dramatisasi, kami ingin penonton merasakan rasa lelah, harapan, dan keberanian yang mereka alami,” ujar Evelyn.

Proses Menjiwai Karakter

Arbani Yasiz, yang memerankan tokoh Albi melakukan usaha untuk memahami karakternya dengan berbicara langsung dengan Albi asli untuk mengamati cara bahasa, bahasa tubuh, hingga cara Albi menyikapi situasi sulit.

“Saya banyak ngobrol sama Albi karena ingin memahami bagaimana ia mencintai bukan hanya bagaimana ia bersedih,” ujarnya.

Mawar Eva De Jongh, yang berperan sebagai Shella melakukan perubahan yang besar baik secara fisik maupun emosional. Ia harus menjalani proses khusus untuk membuat kepalanya terlihat botak yang memakan waktu sekitar tiga jam setiap sesi.

Ia juga berkonsultasi dengan dokter agar bisa memahami lebih dalam tentang keadaan Shella. “Aku ingin emosi Shella tersampaikan dengan tulus dan nyata,” ujar Mawar.

Kisah yang Menemani

Kehadiran pemeran tambahan seperti Onadio Leonardo, Siti Fauziah, TJ Ruth, ⁠Alfie Alfandy, Dana Wardhana, Ricky Cemor, Verina Ardiyanti,  ⁠Vonny Felicia membuat cerita semakin menarik dengan berbagai interaksi yang menyenangkan tetapi emosional.

Di akhir acara Albi Dwizky menyampaikan makna film ini baginya. “Ini bukan soal seberapa lama kita bersama, tetapi bagaimana kita hadir sampai titik terakhir,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

SMTOWN RUN CLUB 26 Digelar 3 Oktober, Lari Bareng Artis SM Entertainment

Aisyah Ichsani Maulida, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan