Kok Zombie Film Abadi Nan Jaya Mendadak Nge-hang Saat Kena Hujan? Sutradara Kimo Stamboel Sebut 2 Alasan

Sutradara film Abadi Nan Jaya, Kimo Samboel, mengungkapkan bahwa memang zombie seharusnya mesti punya kelemahan. Untuk apa?

Diterbitkan 27 Oktober 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ada satu adegan dalam film Abadi nan Jaya yang mungkin menyisakan sebuah pertanyaan tak terjawab hingga film berakhir. Yakni saat Karina (Eva Celia) dkk terdesak dengan pasukan mayat hidup yang terus merangsek ke tempat persembunyian mereka.

Sebuah keajaiban mendadak muncul, seiring turunnya hujan. Para zombie seakan nge-hang. Mereka kehilangan nafsu membunuh mereka, dan fokus merasakan rintik hujan yang jatuh ke kulit mereka yang penuh borok dan bopeng.

Mengapa para zombie di Abadi nan Jaya bertindak demikian saat hujan?

Sutradara film ini, Kimo Samboel, mengungkapkan bahwa memang zombie seharusnya mesti punya kelemahan. "Memang harus ada sesuatu di dalam. Kalau gue ngelihatnya, setiap zombie pasti punya kryptonite-nya. Di sini adalah hujan," kata Kimo Stamboel dalam konferensi pers Abadi nan Jaya yang digelar Netflix baru-baru ini. 

Pemilihan hujan sebagai kelemahan zombie Abadi nan Jaya pun punya alasan tersendiri. Yakni berhubungan dengan bahan baku jamu pencetus wabah zombie. 

"Karena kita ngambil ceritanya dari tanaman. Tanaman kena air mereka akan diam, mereka akan tenang, karena itu yang nge-feed mereka," ia menambahkan. 

Alasan kedua kelemahan zombie diperlukan, adalah untuk mengatur ritme penceritaan. "Kalau enggak, para karakter ini akan berjalan terus, berjuang terus. Kalau enggak, akan menjadi monoton, kurang menarik," kata Kimo Stamboel.

Ia juga merasa bahwa pendekatan seperti ini belum ada di film zombie yang lain. 

Perspektif Koreografer Gerak Zombie Film Abadi nan Jaya

Sementara itu koreografer gerak zombie di film ini, Boby Ari Setiawan, mengungkap perspektifnya soal fenomena zombie tenang kala hujan. Ia mengungkap bahwa salah satu inspirasinya dalam mengolah gerak zombie, adalah panas tubuh. 

"Yang saya tangkap, ketika zombie itu tubuhnya terinfeksi, ada panas di dalam tubuhnya. Bila tubuhnya kena air, dia akan jadi tenang. Dan ketika zombie tenang, semua ototnya release dan dia akan jadi zen, mendengarkan riuhnya suara air hujan," kata dia. 

Tentunya efek ii hanya sementara, mereka akan kembali liar begitu hujan reda. 

Abadi nan Jaya, Film Zombie yang Indonesia Banget

Dalam kesempatan yang sama, Kimo juga menjelaskan mengapa ia membuat film bertopik zombie yang konsepnya "Indonesia banget."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Dari awal kami memang menginginkan film ini harus kental dengan ke-Indonesiaannya. Saya ingin sekali ada hal-hal yang jarang diangkat karena film ini akan tayang di platform global, dan saya mempertimbangkan lokalitas apa yang bisa kami coba untuk perkenalkan ke dunia," kata Kimo. Ia menambahkan, "Misalnya bahwa [virus ini] menginfeksi rakyat, penyebabnya adalah jamu, latarnya di daerah pedesaan, ada perayaan sunatan, musik dangdut, adzan, petasan, dan hal-hal kecil yang benar-benar lokal. Semoga bisa diterima dan dianggap sebagai sesuatu yang berbeda serta menarik,” ujarnya.  

Halaman
Show All
Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan