Liputan6.com, Jakarta Perjalanan karier mendiang Mpok Alpa penuh dengan cerita inspiratif yang sarat perjuangan. Sebelum dikenal sebagai komedian populer di televisi nasional, ia pernah merasakan pahit getirnya mencari rezeki dari panggung ke panggung. Bahkan, ada masa di mana ia hanya dibayar Rp5 ribu untuk menghibur penonton, sebuah angka kecil yang menunjukkan betapa kerasnya perjuangan di awal kariernya.
Namun dari titik terendah itulah, Mpok Alpa justru membuktikan keteguhan hati dan kerja kerasnya. Sedikit demi sedikit, ia mulai dikenal publik berkat gaya lawakan yang khas dan kepribadiannya yang apa adanya. Kisah jatuh bangun ini menjadi warisan berharga yang menunjukkan bahwa kesuksesan tidak pernah datang dengan mudah, melainkan lahir dari ketekunan dan semangat pantang menyerah.
Â
Dari Penyanyi Hajatan hingga Viral di Media SosialÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4894393/original/081397500_1721223384-WhatsApp_Image_2024-07-16_at_00.27.42__1_.jpeg)
Perjalanan karier Mpok Alpa tidaklah mudah. Sebelum dikenal luas sebagai komedian perempuan, ia mengawali langkahnya sebagai penyanyi dangdut yang mengisi acara hajatan dari kampung ke kampung. Sejak duduk di bangku kelas 6 SD, ia sudah terbiasa menyanyi di panggung sederhana setiap akhir pekan—Jumat, Sabtu, hingga Minggu—hanya untuk menghibur masyarakat di acara pernikahan maupun syukuran.
"Awalnya gue penyanyi dangdut dari kampung ke kampung. Emang gue dari kecil kelas 6 SD, gue udah nyanyi, ngehibur orang hajatan. Pokoknya Jumat, Sabtu, Minggu gue nyanyi," kata Mpok Alpa.
Dari sana, ia mulai memahami arti kerja keras meski dengan honor yang sangat kecil. Bahkan, ia pernah dibayar hanya Rp5 ribu untuk sekali tampil. Namun berkat kerja kerasnya kini, Mpok Alpa pun bisa meraih bayaran puluhan juta rupiah. Hal ini ia ungkapkan di channel youtube Denny Cagur.
Namun, Mpok Alpa tidak pernah menyerah. Seiring berjalannya waktu, ia terus menekuni dunia tarik suara meski penghasilan tidak seberapa. Hingga akhirnya, sebuah video dirinya yang diunggah ke Instagram menjadi viral pada tahun 2018. Dengan logat Betawi yang khas, cara berbicara apa adanya, dan tingkah laku jenaka, banyak orang terhibur oleh sosoknya. Dari situlah namanya perlahan mulai dikenal publik lebih luas dan membuka jalan menuju panggung hiburan nasional.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3030294/original/015512500_1769082557-beautiful-cloudy-summer-dawn-rimini-italy_652240-308.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5316230/original/076030400_1755230250-m.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860538/original/012031000_1557478700-IMG_20190307_174224_257.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8465383/original/050312900_1782366651-Menteri_Kesehatan_Budi_Gunadi_Sadikin__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4273038/original/065679800_1672045767-Musim_Penghujan__Produksi_Ikan_Asin_Alami_Penurunan-merdeka-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259008/original/033610500_1781433984-Screenshot_2026-06-14_174251.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8219460/original/081267000_1781079203-Menkes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7827038/original/037506800_1780646645-tumor_otak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7782073/original/031951600_1780595031-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_12.41.43_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7771375/original/033109800_1780582814-RSPI_-_dr._Tri_Wahyu__Sp._M__FICS.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7767373/original/007474600_1780577976-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_7.54.45_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7678653/original/091673200_1780474050-agus_dwi.jpeg)