Chef Ronald Tokilov Jadi Juri Kompetisi Koki Muda 2025, Sorot Fenomena Gen Z Ngonten Memasak

Chef Ronald Tokilov menjuri ajang pencarian bakat Koki Muda 2025. Ia menyorot fenomena gen Z bangga bikin konten masak padahal dulu, identik dengan cewek.

Diperbarui 09 Agustus 2025, 08:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Bukannya jelek, cuma saat masak mereka coba lihat medsos dulu. Padahal, bisa lo melihat mama mereka masak apa. Ekspektasi saya banyak koki muda yang memasak masakan rumah dielaborasi atau dibuat gaya kekinian untuk dijual,” urai Chef Ronald Tokilov.

Kuliner dan Identitas Negara

Dalam kesempatan itu, Showbiz Liputan6.com meminta Chef Ronald Tokilov spontan menyebut tiga rempah yang wajib ada di dapur. “Kencur, kunyit, dan bawang putih. Kencur bahan yang identik Indonesia. Kunyit itu sehat. Bawang putih materi campuran yang unik,” cetusnya.

Sebagai informasi, ajang Koki Muda 2025 melibatkan 45 sekolah dan 675 tim dari tiga kota: Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Kompetisi ini dimulai dengan roadshow ke masing-masing kota. Para pemenang di tahap ini akan mewakili sekolah untuk melaju ke babak Bigbang di tiap kota.

Pemenang di fase Bigbang akan melenggang ke babak grand final. Para peserta dituntut menciptakan masakan khas Indonesia yang kreatif, inovatif, dan penuh cita rasa. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, menyatakan dukungan.

Menurutnya, program ini bukan hanya mendidik, tapi juga mengangkat budaya bangsa. Irene Umar menggarisbawahi, kuliner salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi fokus pengembangan nasional. Ini bukan tanpa sebab.

“Karena (kuliner) memiliki potensi besar membentuk identitas dan daya saing Indonesia di kancah global. Kolaborasi dunia usaha, pendidikan, serta pelaku kreatif dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif,” paparnya panjang.

 

Menjadi Jembatan Edukatif

Sebagai informasi, ajang pencarian bakat Koki Muda 2025 digagas Koepoe Koepoe. Dalam sesi konferensi pers, CEO PT Anggana Catur Prima, Harry Widjaja, mengungkapkan kompetisi ini bukti nyata komitmen dalam menjaga cita rasa warisan bangsa.

“Kami ingin pelajar mengenal lebih dekat ragam rempah Indonesia dan belajar mengolahnya secara kreatif dengan produk kami. Melalui kompetisi ini, kami ingin menjadi jembatan edukatif antara sekolah dan dunia kuliner Tanah Air,” ucap Harry Widjaja.

Dukungan untuk ajang pencarian bakat Koki Muda 2025 yang digagas Koepoe Koepoe juga datang dari Presiden Asosiasi Profesional Kuliner Indonesia, Chef Rafael Triloko. Dalam pandangannya, program ini kombinasi antara tradisi dan inovasi.

“Ini memperkuat hubungan antara tradisi dan inovasi serta memperkuat hubungan pendidikan dan industri. Ini investasi nyata untuk mencetak generasi chef Indonesia yang siap bersiang secara global dengan tetap mengangkat kearifan lokal,” pungkasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan