- Film 'Lyora: Penantian Buah Hati' angkat isu infertilitas wanita.
- Fokus cerita perjuangan pasangan Meutya dan Fajrie mendapatkan buah hati.
- Film ini menyampaikan pesan perjuangan mendapatkan anak butuh dukungan.
Liputan6.com, Jakarta - Indonesia kembali menghadirkan sebuah film karya anak bangsa persembahan dari Jarasta Enterprise, Paragon Pictures, dan Ideosource Entertainment.
Lyora: Penantian Buah Hati menjadi film yang bisa mewakili perasaan serta perjuangan dari para pejuang dua garis biru. Film yang disutradarai oleh Pritagita Arianegara diangkat dari buku Lyora: Keajaiban yang Dinanti karya Fenty Effendy.
Film ini akan menjadi film drama keluarga emosional pertama di Indonesia yang mengambil kisah pasangan dalam menghadapi infertilitas dan mengangkat perspektif perempuan, dimana isu tersebut jarang dibicarakan dan dijadikan menjadi sebuah film di Indonesia.
Lyora: Penantian Buah Hati akan berfokus pada cerita dari pasangan Meutya dan Fajrie yang berjuang melakukan segala cara agar mendapatkan buah hati dalam pernikahannya. Semua cara sudah mereka lakukan hingga mereka memutuskan untuk melakukan IVF atau bayi tabung.
Perjalanan Meutya Menjalankan IVF
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5298176/original/033586000_1753750326-a.jpg)
Film ini menghadirkan sebuah kisah baru yang mungkin dirasakan oleh beberapa masyarakat terutama wanita Indonesia. Lyora: Penantian Buah Hati menjadi film pertama yang menghadirkan cerita tentang perjuangan IVF serta harapan menjadi seorang ibu. IVF atau In Vitro Fertilization adalah kehamilan yang terjadi dan diawali dengan sel telur dibuahi oleh sperma diluar tubuh. Secara sederhananya, IVF adalah metode kehamilan dengan bayi tabung.
Meutya menjadi karakter yang paling disorot dalam film ini. Usaha yang ia lakukan untuk mempunyai seorang anak tidaklah mudah. Semua cara sudah ia lakukan mulai dari terapi hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan IVF atau bayi tabung. Kisah hidup Meutya mungkin juga dirasakan oleh beberapa wanita di Indonesia. Film ini menjadi film pertama yang menghadirkan kisah perjuangan pasangan suami istri yang mempunyai keinginan mendapatkan buah hati melalui metode IVF atau bayi tabung.
Pesan dalam Film
Melalui film ini, para pemain dan juga seluruh filmmaker secara tidak langsung mendapatkan pesan selama atau setelah proses syuting berlangsung.
“Perjuangan untuk mendapatkan anak itu yang memang nyata dan mereka itu yang sedang berjuang ini memang butuh banget ruang yang sangat aman untuk bisa dimengerti oleh sekitarnya, seperti itu,” kata Fridji produser film Lyora: Penantian Buah Hati.
Selain tentang perjuangan yang tidak mudah untuk mendapatkan anak, film ini secara tersirat ingin menyampaikan bahwa awareness tidak hanya menjadi masalah Indonesia saja tetapi juga masalah dunia. “Kita garap ini dengan awareness yang bahwa ini adalah sebuah problem bukan cuma di Indonesia, tapi problem dunia. Dan ini adalah perjuangan gak cuma wanita, tapi perjuangan couple, perjuangan pasangan,” ucap Pandu Birantoro produser Lyora: Penantian Buah Hati kepada teman-teman media.
Film ini juga ingin menyampaikan bahwa rasa kasih sayang yang ada pada setiap adegannya melalui kisah keluarga, teman, hingga pasangan bisa menjadi sebuah inspirasi untuk tidak berhenti berharap.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302037/original/053291200_1753971772-lyora.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)