IMUST 2025: Rangkul Kolaborasi untuk Ekosistem Musik Indonesia yang Lebih Kuat

Indonesia Music Summit 2025 (IMUST) hadir sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem musik Indonesia. Simak selengkapnya!

Diperbarui 11 Juli 2025, 15:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Industri musik Indonesia memiliki potensi besar, namun juga menghadapi berbagai tantangan kompleks. Untuk menjawab tantangan tersebut dan memaksimalkan potensi yang ada, kolaborasi yang kuat antar seluruh elemen industri menjadi kunci utama. Indonesia Music Summit 2025 (IMUST) hadir sebagai wadah untuk mewujudkan kolaborasi tersebut.

IMUST 2025, yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, bertujuan untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam industri musik, mulai dari musisi, produser, label rekaman, manajemen artis, pekerja event, hingga pemerintah. Acara ini diharapkan menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem musik yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Dhani 'Pette' Widjanarko, Founder Sashana Indonesia dan Project Director IMUST 2025, menegaskan, “Sashana Indonesia adalah ruang dialog untuk merumuskan kembali tata kelola menuju ekosistem yang lebih baik.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya IMUST 2025 sebagai platform untuk bertukar ide, mencari solusi, dan merumuskan strategi untuk memajukan industri musik Indonesia.

Membangun Ekosistem Musik yang Berkelanjutan

Salah satu tujuan utama IMUST 2025 adalah membangun ekosistem musik yang berkelanjutan dan berdaulat. Hal ini berarti menciptakan industri musik Indonesia yang lebih mandiri secara ekonomi, memiliki daya saing global, dan mampu melindungi hak-hak para pelaku di dalamnya. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan upaya bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada.

Beberapa tantangan utama yang dihadapi industri musik Indonesia saat ini antara lain adalah masalah royalti, infrastruktur konser yang belum memadai, dan sistem perizinan yang rumit. IMUST 2025 diharapkan dapat menjadi wadah untuk mencari solusi atas permasalahan-permasalahan ini, serta merumuskan kebijakan yang lebih mendukung pengembangan industri musik.

Selain itu, IMUST 2025 juga akan fokus pada penguatan ekosistem kreatif, yang mencakup perlindungan hak cipta, pemanfaatan teknologi digital, dan pelestarian keberagaman budaya Indonesia. Dengan memperkuat ekosistem kreatif, diharapkan industri musik Indonesia dapat terus berkembang dan menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan inovatif.

Menjembatani Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan

IMUST 2025 dirancang untuk menjembatani kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan dalam industri musik. Acara ini akan menghadirkan musisi, produser, label rekaman, manajemen artis, pekerja event, dan pemerintah untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam memajukan industri musik. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan ide-ide baru, solusi inovatif, dan kebijakan yang lebih efektif.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Salah satu bentuk kolaborasi yang akan difasilitasi oleh IMUST 2025 adalah diskusi panel. Diskusi panel akan menghadirkan para ahli dan praktisi dari berbagai bidang dalam industri musik untuk membahas isu-isu penting dan mencari solusi bersama. Diskusi panel ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan inspirasi bagi para peserta. Selain diskusi panel, IMUST 2025 juga akan menyelenggarakan workshop dan seminar yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para pelaku industri musik. Workshop dan seminar ini akan menghadirkan para ahli di bidangnya untuk berbagi pengalaman dan memberikan pelatihan praktis kepada para peserta.

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan