6 Fakta Film Lorong Kost Dibintangi Gibran Marten: Adegan Tangan Setan Retake 30 Kali, Ada yang Kesurupan

Salah satu film horor yang tayang di bioskop Tanah Air pekan ini, Lorong Lost dengan bintang Gibran Marten. Simak 6 fakta menarik dari lokasi syutingnya.

Diterbitkan 25 Juni 2025, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Salah satu film Indonesia horor yang akan tayang di bioskop Tanah Air pekan ini yakni Lorong Kost. Dibintangi Gibran Marten, Yatti Surachman, hingga Nadira Hill, film ini akan tayang mulai 26 Juni 2025.

Sutradara film Lorong Kost, Ganank Dera mengenang kali pertama proyek ini jatuh ke tangannya. Saat menggarap film horor Di Balik Pintu bareng Gibran Marten, seorang produser eksekutif mendatanginya untuk menjajaki peluang kolaborasi.

Ketiganya lantas menggodok ide cerita film yang ringan, related ke banyak orang sekaligus mudah dipahami. Gibran Marten kepikiran rumah indekos. Ide dasarnya soal rumah indekos yang menyimpan rentetan tragedi.

“Syuting film ini tahun 2023. Tahun lalu masuk tahap pascaproduksi,” kata Ganank Dera dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com via telepon, Rabu (25/6/2025). Inilah 6 fakta Lorong Kost yang siap menebar kengerian di layar lebar.

1. Gibran Marten Pilihan Pertama

Bagi Ganank Dera, Gibran Marten bukan sekadar aktor. Ia punya ide-ide menarik yang bisa dikembangkan jadi cerita. Caranya mendalami peran pun amat meyakinkan. Tak heran jika Gibran Marten jadi pilihan pertama untuk Lorong Kost.

“Gibran Marten dari awal kita pilih sebagai Bayu, mahasiswa yang enggak lulus-lulus, playboy, suka nge-speak cewek-cewek dan seterusnya,” beri tahu Ganank Dera. Setelahnya, baru dicari para bintang untuk memperkuat Lorong Kost.

 

2. Banyak Bintang Baru di Lorong Kost

Ada sejumlah bintang anyar dalam Lorong Kost. Larasati Zilly sebagai Tika, Aina sebagai Tania. Nadira Hill sebagai Ira. Kehadiran mereka bukan tanpa alasan. Biasanya bintang terkenal saat diajak screen test merasa karakter yang ditawarkan pasti jadi miliknya.

“Akhirnya kami cari pemain berdasarkan cocok tidaknya dengan karakter. Banyak pemain baru berbakat besar yang datang. Yang bikin kaget, tanpa banyak effort mereka bisa masuk ke peran. Artinya, banyak bakat baru di Indonesia yang menanti peluang tampil,” urainya.

 

3. Hotel Angker Disulap Jadi Rumah Indekos

Syuting film Lorong Kost selama 16 hari di Bandung, Jawa Barat. Bagian tersulit sebenarnya, mencari lokasi rumah indekos low budget yang pas untuk dijadikan lokasi syuting. Setelah lama mencari tapi tak kunjung dapat, Ganank Dera dan tim menemukan sebuah hotel.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Akhirnya kami menemukan hotel lawas, yang mau dijual, sudah tidak beroperasi namun masih dalam penjagaan. Tentu saja jauh dari ingar bingar kota. Kami memolesnya dan cocok untuk dijadikan lokasi syuting,” Ganank Dera berbagi cerita.  

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan