Buku Connie Rahakundini Bakrie: Negara Berkesadaran untuk Masa Depan Indonesia

Buku Connie Rahakundini Bakrie mengajak pembaca memahami pentingnya kesadaran kolektif dalam pembangunan bangsa.

Diperbarui 19 Juni 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Prof. Dr. Connie Rahakundini Bakrie, seorang akademisi terkemuka yang kini tinggal di Rusia, baru saja meluncurkan buku terbarunya berjudul "Negara Berkesadaran: Dari Mimpi Peradaban Menuju Kelahiran Bangsa Berkesadaran". Buku ini merupakan hasil pemikiran mendalam tentang pembangunan bangsa Indonesia yang berfokus pada kesadaran kolektif. Dalam peluncuran buku ini, Connie menegaskan, "Buku ini adalah doa panjang untuk Indonesia. Jika kebenaran dan cinta kasih dilarang, maka kita semua telah kehilangan arah. Tapi saya percaya, bangsa ini terlalu besar untuk takut pada kesadaran."

Buku ini bukan sekadar karya tulis, melainkan sebuah seruan untuk membangkitkan kesadaran kolektif bangsa. Dengan pendekatan TEPIDOIL (Teknologi, Ekonomi, Politik, Ideologi, Demografi, Organisasi, Informasi, dan Lingkungan), Connie menawarkan visi masa depan Indonesia yang lebih terintegrasi. Konsep ini didukung oleh nilai-nilai Pancasila dan pemikiran Soekarno, serta kearifan lokal dan warisan peradaban dunia.

Dalam buku ini, Connie menekankan bahwa kekuatan bangsa terletak pada kesadarannya, bukan hanya pada kekuatan ekonomi atau militer. Buku ini ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, agar pesan dan gagasannya dapat menjangkau khalayak luas, baik di dalam negeri maupun di pentas internasional.

Proses Penulisan yang Mendalam

Proses penulisan buku ini dimulai pada awal tahun 2022, bersamaan dengan keikutsertaan Connie dalam berbagai forum strategis global. Di tengah ketegangan geopolitik, ia mengamati dinamika kepemimpinan Presiden Putin di Rusia dan menemukan inspirasi bahwa kekuatan terbesar sebuah bangsa terletak pada tingkat kesadarannya. Buku ini merupakan hasil dari lebih dari 30 tahun pengalaman Connie dalam dunia pertahanan, geopolitik, dan hubungan internasional.

Buku ini tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga menggabungkan perenungan filosofis dan percakapan lintas budaya. Dengan pendekatan ini, Connie berharap dapat memberikan perspektif baru dalam memahami kedaulatan, pertahanan, pendidikan, dan hubungan antar-manusia di Indonesia.

Melalui buku ini, Connie ingin membangkitkan kesadaran bangsa bahwa masa depan tidak hanya dibangun dengan kekuatan fisik atau kemajuan teknologi, tetapi juga harus bertumpu pada kebijaksanaan batin dan kesadaran spiritual.

Menjadi Gerakan Kesadaran

Tujuan utama penulisan buku ini adalah untuk membangkitkan kesadaran kolektif bangsa Indonesia. Connie berharap bukunya dapat menjadi jembatan antara dunia politik dan dimensi spiritual, serta antara kekuasaan dan cinta kasih. Ia menekankan bahwa karya ini bukan sekadar untuk dibaca, melainkan untuk dihidupkan dan diwujudkan menjadi gerakan moral bangsa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dalam konteks ini, Connie mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, damai, dan beradab. Ia percaya bahwa kesadaran kolektif dapat menjadi fondasi yang kuat untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Menanggapi kemungkinan pelarangan atau sensor atas buku ini, Connie menjelaskan, "Buku ini adalah doa panjang untuk Indonesia. Jika kebenaran dan cinta kasih dilarang, maka kita semua telah kehilangan arah." Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk terus berjuang demi kesadaran dan kebenaran di tengah tantangan yang ada.

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan