Jimi Multhazam Rilis Proyek Solo Perdana Kilauanlara, Selebrasi untuk Perjalanan 3 Dekade Berkarya

Jimi Multhazam merilis proyek solo perdananya berupa sebuah lagu, dan menggelar rangkaian acara spesial di Yogyakarta.

Diterbitkan 16 Juni 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Perjalanan tiga dekade berkarya, jelas bukan pencapaian yang bisa dianggap enteng. Bagi Jimi Multhazam, vokalis The Upstairs dan MORFEM, momen ini layak dirayakan dengan merilis karya anyar hingga menghelat event khusus. 

Dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Kamis (12/6/2025), ia merilis proyek solo perdananya berupa sebuah lagu bertajuk “Kilauanlara”. Selain itu, ia juga menggelar rangkaian acara spesial yang mencakup hearing session, pemutaran film dokumenter, dan pameran proses kreatif artwork lagunya.

Seluruh kegiatan pesta perilisan ini diberi tajuk yang sama dengan judul lagunya, “Kilauanlara”, dan berlangsung di Bolo Space, Yogyakarta, pada 9 Juni - 10 Juli 2025.

Selama tiga tahun berkarya di dunia musik, baik bersama The Upstairs, MORFEM, Jimijazz maupun Bequiet, Jimi Multhazam dikenal konsisten menjaga karakter artistiknya. Namun kali ini ia membawa sesuatu yang berbeda. 

 

Sudah Direncanakan Sejak 2021

Jimi menjelaskan ide mengenai proyeknya ini telah muncul sejak beberapa tahun lalu. 

“Rencana buat solo project ini sebenarnya sudah ada sejak 2021, waktu pandemi. Tapi karena berbagai kesibukan, ya harus ditunda dulu beberapa tahun,” ujar Jimi.

Ia menambahkan bahwa rencanya awalnya hanya membuat hearing session bersama komunitas Debarbars di Jogja. "Tapi terus kepikiran, kayaknya seru kalau proses pembuatan artwork-nya juga ditampilkan. Eh, kebablasan... malah jadi pameran dan dokumenter juga.” ungkap lulusan fakultas seni rupa IKJ ini.

Turun Tangan Penuh

Dalam "Kilauanlara", Jimi mengambil kesempatan untuk menjadikan proyek solonya ini sebagai medium untuk mengekspresikan sesuatu yang sepenuhnya miliknya.

Ia disebutkan ingin segala aspek dalam karya ini berjalan sepenuhnya sesuai dengan visinya; baik secara lirik, aransemen, hingga estetika visual, agar menjadi perayaan yang terasa personal dan utuh.

“Pas akhirnya mulai dikerjain, gue benar-benar turun tangan ngarahin semua prosesnya; mulai dari aransemen sampai detail kecil kayak ukuran stik drum pun gue yang tentuin,” tuturnya lagi. 

Kolaborasi dengan Sejumlah Seniman

Dalam penggarapan lagunya, Jimi berkolaborasi dengan sejumlah rekan baru, yang kemudian menarik perhatian Eriliando Erick, seorang sutradara dan fotografer lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Erick kemudian mendokumentasikan keseluruhan proses dalam bentuk film dokumenter. Nama Eriliando Erick sendiri dikenal lewat karya dokumenternya Ibnu Nurwanto – Sang Kayu (2024), yang masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia (FFI). Pada 2025 ia juga menggelar pameran foto tunggal Yang Tertinggal.

Sementara itu, video musik “Kilauanlara” digarap oleh Her Rachman, sineas yang telah lama bekerja bersama Jimi dalam berbagai proyek video untuk The Upstairs dan MORFEM.

Lagu “Kilauanlara” telah tersedia di Bandcamp dan video musiknya dapat ditonton di kanal Youtube Jimi Multhazam. Lagu ini juga segera hadir di layanan streaming service dalam waktu dekat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

6 Fakta Nando Hilmy dan Gary Iskak Main Film Lastri Arwah Kembang Desa, Kado untuk Almarhum

Ratnaning Asih, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan