Pandangan Kritikus soal Tren Drakor Campuran Genre Fantasi dan Sejarah

Belakangan, ada banyak drakor campuran genre fantasi dan sejarah seperti The Haunted Palace, Dear Hongrang hingga The First Night With the Duke.

Diterbitkan 28 Mei 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tren baru drama sejarah Korea yang memadukan unsur romansa, aksi, dan okultisme kini tengah mencuri perhatian publik. Salah satu yang paling mencolok adalah The Haunted Palace, tayangan dari SBS yang berhasil menghidupkan kembali genre sageuk dengan pendekatan baru yang sarat imajinasi.

Drakor ini menampilkan perpaduan kisah mitologi, eksorsisme, dan hubungan takdir yang rumit antara manusia dan makhluk gaib, menciptakan pengalaman menonton yang berbeda dari drama sejarah konvensional.

Tokoh utamanya, Yeo-ri (diperankan oleh Kim Ji Yeon), hidup sebagai pembuat kacamata sambil berusaha menolak takdirnya sebagai seorang dukun. Ia terjebak dalam hubungan kelam selama 13 tahun dengan Gang-cheol (Kim Young Kwang), seekor imugi — ular mitologis Korea yang belum berhasil menjadi naga.

The Haunted Palace tayang perdana pada 18 April dan berhasil mencatat rating 10,7 persen untuk episode kesembilan, menembus batas dua digit yang menjadi acuan kesuksesan rating drama di Korea. Daya tarik utama drama ini terletak pada genre uniknya.

Selain eksorsisme dan mitologi, cerita ini mengambil latar istana yang dihantui berbagai jenis hantu, termasuk hantu berkaki satu, hantu kutukan, dan hantu bercahaya yang dirancang dengan visual mencolok.

Yook Sun Jae, yang memerankan karakter Yoon-gap, berperan penting sebagai pengusir setan. Aksi-aksi pengusiran hantu yang dramatis dan koreografi yang mengesankan menambah ketegangan dalam setiap episodenya.

“Seperti kesuksesan film Exhuma, kami melihat meningkatnya minat publik terhadap dunia perdukunan dan folklor tradisional. Inilah salah satu alasan kami memproduksi The Haunted Palace,” ujar perwakilan SBS dikutip dari Korea Joongang Daily.

Dear Hongrang 

Tren ini tak berdiri sendiri. Netflix juga baru saja merilis Dear Hongrang, drama romansa-misteri berlatar era Joseon yang langsung melejit ke peringkat tiga di tangga Netflix domestik.

Drama ini berkisah tentang Hong-rang (Lee Jae Wook) yang kembali ke rumah tanpa ingatan, dan saudari tirinya Jae-yi (Jo Bo Ah) yang mencurigainya. Dengan campuran intrik misteri dan dinamika romansa, drama ini memperluas cakupan sageuk ke arah yang lebih emosional dan penuh teka-teki.

The First Night With the Duke

Sementara itu, KBS tengah mempersiapkan The First Night With the Duke, drama fantasi-romansa yang akan tayang bulan depan. Ceritanya mengikuti seorang wanita dewasa yang kerasukan tokoh minor dalam novel romansa dan terbangun di masa lalu, menghabiskan malam dengan sang tokoh utama pria.

“Banyak drama sejarah kini menggunakan imajinasi sebagai pembeda, meminjam pola dari drama modern demi penceritaan yang lebih segar,” ungkap kritikus budaya Jeong Deok-hyun.

Penonton Lintas Generasi

Tren drama sejarah yang bercampur genre ini menunjukkan bagaimana produksi kontemporer mencoba menjembatani selera penonton lintas generasi.

“Drama sejarah punya peluang sukses lebih tinggi. Mereka terasa modern bagi anak muda dan tetap menghadirkan rasa akrab bagi generasi lebih tua,” tambah Jeong.

Kritikus televisi Gong Hee-jung menambahkan, “Meski biaya produksi tinggi, drama sejarah lebih terjangkau dibandingkan drama modern berskala besar. Inilah alasan stasiun-stasiun besar kembali melirik genre ini.”

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Alexa Ciamis Raih Golden Ticket Dangdut Academy 8 dan Standing Ovation Juri

Zulfa Ayu Sundari, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan