6 Pengakuan Park Hae Joon soal When Life Gives You Tangerines, Termasuk Akting Tukang Selingkuh vs Suami Green Flag

Park Hae Joon juga mengaku selama produksi drakor When Life Gives You Tangerines, ia kerap membatin, soal apakah ada suami seperti Gwan Sik.

Diperbarui 07 April 2025, 09:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Istriku begitu mengikuti drakor ini dan ia bilang padaku, 'Kamu punya banyak sisi seperti ini.' Mungkin aku memang suami seperti itu bagi istriku. Aku pelit kepada orang lain. Aku agak pelit untuk orang di luar anggota keluarga," kata dia, diwartakan Chosun Biz.

Lantas, menurutnya sendiri, seberapa mirip dirinya dengan Gwan Sik? "Kayaknya, aku 50 persen mirip Gwan Sik," jawabnya. 

 

4. Park Hae Joon: Kuasa IU Bukan Manusia

Salah satu bintang drakor ini, IU, dikenal kerap memberikan hadiah kepada para senior yang bekerja sama dengannya. Kali ini, ia mengundang Park Hae Joon dalam konsernya. 

Menyaksikan IU sebagai megabintang K-Pop beraksi di panggung, rupanya membuat Park Hae Joon syok.

"Aku tersadar bahwa orang yang kulihat tidur di pojokan itu tak sama dengan orang yang membuat Olympic Gymnasium penuh dan bernyanyi selama empat jam. Sungguh menakjubkan dan luar biasa melihatnya. Kurasa dia bukan manusia."

5. Susutkan Bobot Badan

Salah satu tantangan terberat yang dihadapi Park Hae Joon dalam drakor ini, adalah menampilkan Gwan Sik tua yang sakit-sakitan. Bahkan ia mesti berusaha keras menurunkan berat badan hingga 7-8 kilogram dalam waktu singkat, agar menampilkan adegan ini dengan meyakinkan.

"Aku mempersiapkan diri untuk adegan-adegan ini selama dua minggu. Dalam pekan pertama, aku minum 3 liter air setiap hari, lalu menguranginya menjadi 500 mililiter per hari selama sepekan berikutnya. Aku juga berendam setengah badan dan latihan kardio untuk mengeluarkan berat air dari tubuhku," kata dia.

Pada H-1 dan hari syuting ia bahkan tidak minum air sama sekali.

 

6. Syuting Sat-Set

Semua usaha ekstrem ini tentu memberikan dampak negatif pada tubuh Park Hae Joon. "(Ini) membuatku benar-benar kehabisan tenaga. Tak ada tenaga dalam mataku," kata dia.

Melakukan hal ini dalam jangka panjang tentu membahayakan. Alhasil diambil satu jalan keluar.

"Karena ada tiga adegan rumah sakit yang harus direkam, aku meminta pada sutradara agar semuanya syuting dalam satu hari, dan begitulah cara kami melakukannya."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan