Mengenal 5 Tahapan Investigative Interview oleh Headhunter dalam Mencari Kandidat Ideal

Salah satu metode yang digunakan dalam proses perekrutan dunia kerja oleh jasa headhunter adalah investigative interview.

Diperbarui 04 Februari 2025, 01:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, proses perekrutan tidak lagi sekadar mengirim CV dan menunggu panggilan wawancara. Untuk posisi strategis, banyak perusahaan kini bekerja sama dengan headhunter.

Headhunter merupakan profesional perekrutan yang bertugas mencari kandidat terbaik sesuai kebutuhan spesifik perusahaan.

Salah satu metode yang digunakan dalam proses perekrutan ini adalah investigative interview, yaitu wawancara yang dirancang untuk menggali lebih dalam mengenai latar belakang, keahlian, serta kecocokan kandidat dengan posisi dan budaya perusahaan.

Berikut lima tahapan penting dalam proses tersebut.

 

1. Persiapan

Sebelum melakukan wawancara, headhunter menjalankan beberapa langkah awal yang mencakup:

Penggalian informasi: Memahami budaya perusahaan klien dan tanggung jawab posisi yang ditawarkan.

Penentuan kualifikasi: Menetapkan persyaratan pendidikan, pengalaman kerja, serta keterampilan teknis dan nonteknis yang dibutuhkan.

Penelitian kandidat: Meninjau CV, profil LinkedIn, referensi profesional, hingga jejak digital kandidat untuk memastikan kelayakan mereka dalam proses wawancara.

 

2. Pelaksanaan Wawancara

Setelah proses penyaringan awal, wawancara dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

Pembukaan wawancara: Menciptakan suasana nyaman, menjelaskan tujuan dan proses wawancara, serta menegaskan kerahasiaan informasi.

Penyampaian pertanyaan terstruktur: Meliputi latar belakang, kompetensi, serta pertanyaan situasional dan teknis dengan metode STAR (Situation, Task, Action, Result).

Evaluasi teknis: Tes, studi kasus, atau simulasi kerja untuk mengukur keahlian kandidat.

Teknik probing: Menggali informasi lebih mendalam dari jawaban kandidat serta mengevaluasi soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kerja tim.

 

3. Penutupan Wawancara

Setelah seluruh informasi diperoleh, wawancara ditutup dengan:

Merangkum poin-poin utama yang telah dibahas.

Memfasilitasi kandidat untuk mengajukan pertanyaan terkait posisi dan perusahaan.

Menjelaskan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan wawancara tambahan atau tes lebih lanjut, serta estimasi waktu pemberitahuan hasil seleksi.

 

4. Pascawawancara

Setelah wawancara selesai, headhunter melakukan evaluasi kandidat dengan tahapan berikut:

Dokumentasi hasil wawancara: Mencatat jawaban, pengalaman, keterampilan, serta kesan terhadap perilaku kandidat.

Verifikasi informasi: Melalui referensi profesional, pengecekan identitas, pendidikan, pengalaman kerja, sertifikasi, hingga rekam jejak digital.

Laporan evaluasi: Merangkum kelebihan dan kelemahan kandidat serta kesesuaian mereka dengan posisi dan budaya perusahaan klien.

 

5. Rekomendasi

Tahap terakhir adalah penyampaian laporan evaluasi kepada klien. Laporan ini mencakup kelebihan dan kekurangan kandidat serta analisis kesesuaian mereka dengan kebutuhan perusahaan. Headhunter juga berperan dalam membantu klien mengambil keputusan akhir, apakah kandidat diterima, dipertimbangkan untuk posisi lain, atau tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dengan pendekatan yang lebih mendalam, headhunter memiliki keunggulan dibandingkan perekrut internal perusahaan. Mereka tidak hanya memiliki jaringan luas, tetapi juga akses ke talenta berkualitas yang mungkin tidak tersedia di pasar kerja terbuka. Oleh karena itu, metode investigative interview menjadi alat penting dalam menemukan kandidat yang tepat untuk posisi strategis dalam perusahaan.  

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan